MNRTV NEWS, Cirebon – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Barat berhasil menuntaskan proses identifikasi terhadap 18 jenazah korban longsor tambang Galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Senin (2/6/2025).
Kegiatan identifikasi dilakukan secara bertahap sejak peristiwa bencana terjadi, dengan dukungan dari Polresta Cirebon, RSUD Arjawinangun, serta tim Inafis. Proses ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Peraturan Kapolri Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kedokteran Kepolisian.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa tim DVI bekerja maksimal, baik dari sisi teknis maupun pelayanan kepada keluarga korban.
“Kami membentuk Tim AM (Antemortem) kedua di dekat lokasi untuk memudahkan keluarga memberikan data. Di sisi lain, Tim PM (Postmortem) melakukan pemeriksaan medis dan identifikasi forensik secara menyeluruh,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Pada Minggu, 1 Juni 2025, Tim PM menerima dua kantong jenazah tambahan. Proses rekonsiliasi dilakukan di RSUD Arjawinangun pukul 14.00 WIB dan dipimpin langsung oleh DVI Commander, Kombes Pol. dr. Nariyana, M.Kes., QHIA, yang juga menjabat sebagai Kabiddokkes Polda Jabar.
Rapat dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk Direktur RSUD, Ketua Tim AM dan PM, Kasie Dokkes Polresta Cirebon, serta Kanit Identifikasi Polres. Setelah rekonsiliasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 15.30 WIB.
Dua korban terbaru yang berhasil diidentifikasi yaitu:
Nalo Sanjaya (53), warga Blok Simbanglaya RT 01 RW 01, Desa Kendondong Kidul, Kecamatan Dukupuntang.
Wahyu Galih (26), warga Blok Karanganyar RT 01 RW 02, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang.
Keduanya teridentifikasi melalui kombinasi metode: sidik jari, tanda medis, dan properti pribadi.
Total, hingga 1 Juni 2025, tim DVI telah menerima 18 kantong jenazah dan semuanya berhasil diidentifikasi. Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 19 orang, termasuk Rion Firmansyah, yang sempat dievakuasi dalam keadaan hidup namun meninggal di UGD Sumber Hurip.
Kegiatan ini didukung penuh dengan peralatan DVI dan forensik, kendaraan operasional, serta logistik lainnya untuk menunjang efektivitas dan ketepatan waktu proses identifikasi.
Kabid Humas menegaskan komitmen Polda Jabar untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
“Proses penanganan dilakukan secara profesional dan humanis agar setiap korban kembali ke keluarganya dengan layak dan bermartabat. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi longsor, terutama di wilayah pertambangan ilegal,” pungkasnya.














































