MNRTV NEWS, Jawa Barat – Dalam misi kemanusiaan di lokasi bencana longsor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Unit K9 Polri menunjukkan peran krusialnya.
Sejak diterjunkan pada Sabtu, 31 Mei 2025, anjing pelacak bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan lima jenazah korban yang tertimbun longsor di medan yang sulit diakses.
Direktur Samapta Polda Jabar, Kombes Pol. Ahmad Yanuari Insan, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kemampuan deteksi Unit K9 sangat membantu percepatan proses evakuasi.
“Dengan kemampuan penciuman yang tinggi, K9 menandai lokasi korban, lalu alat berat melakukan penggalian. Ini sangat efisien,” jelasnya.
Detail Penemuan Korban
Pada Sabtu, 31 Mei 2025, pukul 13.30 WIB, Unit K9 mendeteksi dua titik yang dicurigai terdapat korban. Setelah ditandai oleh anjing pelacak, tim Basarnas dan operator alat berat melakukan penggalian dan menemukan tiga jenazah:
Sakira bin Jumair (44)
Sunadi bin Surmi (31)
Sanadi bin Darta (47)
Ketiganya dievakuasi ke RS Arjawinangun.
Pencarian berlanjut pada Minggu, 1 Juni 2025. Enam titik baru kembali ditemukan oleh Unit K9 pukul 08.30 WIB. Setelah digali, dua jenazah tambahan ditemukan:
Nalo bin Sanjaya (43)
Wahyu bin Galih
Apresiasi dari Polda Jabar
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kinerja Unit K9:
“Ketepatan deteksi dari Unit K9 sangat luar biasa. Mereka menjadi ujung tombak evakuasi korban, menghemat waktu dan sumber daya secara signifikan.”
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari dedikasi dan profesionalisme para personel Unit K9.
“Kami akan terus mendukung optimalisasi peran K9 dalam operasi SAR, demi memberikan kepastian dan harapan bagi keluarga korban.”
Pencarian Dihentikan Sementara
Hingga Minggu siang, lima jenazah berhasil ditemukan dari empat titik berbeda. Namun, operasi harus dihentikan sementara karena terjadi longsor susulan yang membahayakan keselamatan tim pencari.
K9, Komponen Utama dalam Operasi SAR
Keberhasilan ini menegaskan bahwa Unit K9 bukan sekadar pendukung, melainkan komponen utama dalam operasi penyelamatan. Ketangguhan, kepekaan, dan kesetiaan anjing pelacak terbukti sangat berperan dalam misi kemanusiaan, memberi harapan bagi keluarga korban, serta memudahkan kerja tim SAR secara keseluruhan.














































