MNRTV News, Jakarta — Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta bergerak cepat merespons insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Hingga pukul 23.39 WIB, seluruh personel medis PMI dari berbagai wilayah di ibu kota telah berada di lokasi untuk memberikan layanan kemanusiaan.
Rombongan ambulans PMI dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto. Kehadiran tim PMI menjadi bagian dari upaya cepat tanggap dalam mendukung penanganan kegawatdaruratan bagi para korban.
“Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung dan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Gulkarmat, PMI, serta unsur terkait lainnya,” ujar Budhi.
Dalam penanganan insiden ini, PMI mengerahkan 35 petugas, enam unit ambulans, serta tujuh unit mobil jenazah. Selain itu, dua unit Unit Reaksi Cepat (URC) turut diterjunkan guna mempercepat mobilitas dan layanan di lapangan.
Seluruh armada dan personel berasal dari PMI Provinsi DKI Jakarta serta PMI di lima wilayah kota administratif—Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Para petugas yang terlibat disebut telah memiliki keahlian dalam pertolongan pertama dan penanganan situasi darurat.
Budhi menegaskan, sebagai organisasi kemanusiaan, PMI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
“Kehadiran PMI bukan hanya sebagai garda terdepan dalam situasi darurat, tetapi juga mencerminkan peran penting organisasi kemanusiaan yang sigap dan dicintai masyarakat,” katanya.
Ia pun berharap seluruh proses evakuasi dapat berjalan lancar.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada seluruh instansi yang bertugas di lapangan, sehingga proses evakuasi dapat berjalan cepat, aman, dan lancar,” tutupnya.














































