MNRTV News, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama berkelanjutan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mendukung misi perdamaian dunia, dengan fokus utama pada keselamatan personel di wilayah konflik.
Penegasan tersebut disampaikan Wakapolri, Dedi Prasetyo, saat menerima delegasi United Nations Police Division yang dipimpin Faisal Shahkar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/4).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menekankan pentingnya kesinambungan kemitraan strategis yang telah terjalin erat. Kunjungan delegasi PBB yang telah berlangsung untuk ketiga kalinya dinilai menjadi bukti konkret hubungan yang semakin kuat antara Polri dan PBB dalam mendukung pemeliharaan perdamaian dunia.
Faisal Shahkar menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam berbagai misi internasional. Ia menilai personel Polri menunjukkan profesionalisme, disiplin, serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam memenuhi standar operasional PBB.
“Kami akan terus mengembangkan dan memperkuat kerja sama ini guna meningkatkan kontribusi bersama dalam misi perdamaian dunia,” ujarnya.
Kerja sama antara Polri dan United Nations Department of Peace Operations terus diperkuat sejak penandatanganan Cooperation Action Points pada 26 Juni 2024 di New York. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.
Sebagai upaya peningkatan kapasitas, Polri menyelenggarakan Annual FPU Commanders Workshop pada 20–24 April 2026, serta akan melaksanakan Annual Commanders Strategic Course pada Juli mendatang. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme personel dalam menghadapi dinamika konflik global.
Saat ini, kontribusi Polri dalam misi perdamaian dunia mencakup 140 personel Formed Police Unit (FPU) pada misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah, serta 51 personel Individual Police Officer (IPO) yang tersebar di berbagai wilayah misi, antara lain Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, Siprus, dan Abyei.
Wakapolri menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan.
“Kami akan terus menekankan aspek keamanan dan keselamatan bagi seluruh personel, serta memperkuat koordinasi dengan PBB guna memastikan efektivitas pelaksanaan tugas,” ujar Dedi.
Ia juga berharap, melalui kerja sama yang semakin erat, tidak ada lagi korban jiwa di kalangan penjaga perdamaian dunia.
Selain itu, Polri terus meningkatkan kesiapan operasional, termasuk melalui persiapan FPU Level 3, untuk menjawab tantangan konflik modern yang semakin kompleks.
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara Polri dan PBB untuk terus memperkuat kemitraan strategis yang adaptif dan berkelanjutan, dengan menempatkan perlindungan serta keselamatan personel sebagai fondasi utama keberhasilan misi perdamaian dunia.













































