MNRTV NEWS, Sulteng – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan sebuah video yang diunggah akun TikTok Nusantara Bela Negara. Video tersebut telah ditonton lebih dari 50,5 ribu kali dan menimbulkan perdebatan hangat di kalangan warganet, dikutip MNRTV News, Minggu (24/8/2025).
Dalam video itu, muncul tangkapan layar dari sebuah pemberitaan dengan judul:
“Tokoh Terkenal di Polri, Datangi Polda Sulteng, Susah Dihubungi Kapoldanya, Terkait Tambang Ilegal”.
Judul inilah yang kemudian ikut memicu viralnya isu tambang batu hitam ilegal yang disebut-sebut masuk melalui wilayah Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulteng Jadi Sorotan
Dalam narasi video, Kapolda Sulawesi Tengah disebut menolak diklarifikasi soal dugaan tambang batu hitam ilegal yang diduga berhasil lolos berlayar tanpa pengawasan ketat.
Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan aparat terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang merugikan negara.
Warganet Ramai Berkomentar
Kolom komentar video tersebut dipenuhi dengan puluhan tanggapan dari warganet. Mayoritas komentar bernada kritik keras terhadap kinerja aparat kepolisian di Sulawesi Tengah.
Beberapa netizen bahkan menyoroti bahwa jika benar tambang ilegal bisa berlayar bebas, maka pengawasan di wilayah laut maupun pelabuhan patut dipertanyakan.
Ada pula komentar yang menyebutkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian bisa terkikis apabila isu semacam ini tidak segera dijawab dengan transparan.
Tambang Batu Hitam dan Dampaknya
Tambang batu hitam dikenal sebagai salah satu sumber daya bernilai tinggi. Namun, aktivitas pertambangan ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pemasukan, tetapi juga berdampak buruk pada lingkungan dan sosial masyarakat.
Viralnya isu tambang ilegal di Sulteng menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal hukum, melainkan juga menyangkut kepercayaan publik terhadap komitmen aparat penegak hukum.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga saat ini, Polda Sulawesi Tengah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait viralnya video tersebut. Publik masih menantikan klarifikasi langsung dari Kapolda Sulteng guna meredam isu dan spekulasi yang terus berkembang di ruang publik.














































