MNRTV NEWS, Jember – Dalam upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan menyampaikan sejumlah isu strategis, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jumat (18/07).
Kalapas didampingi oleh Kepala Seksi Binadik, Hendri Astronino P., dan Kepala Seksi Adm. Kamtib, Sumiaji, disambut langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dan jajaran pejabat Pemkab.
Dalam forum tersebut, Kalapas mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari over kapasitas warga binaan yang mencapai 983 orang, hingga krisis air bersih saat musim kemarau yang berisiko terhadap kesehatan narapidana.
“Sumber air sangat terbatas, dan saat kemarau bisa berdampak serius pada kesehatan, termasuk memicu penyakit kulit,” ujarnya.
Kalapas juga memaparkan program-program unggulan seperti rehabilitasi sosial untuk narapidana kasus narkotika, pelatihan budidaya lele, pertukangan, dan jasa konstruksi sebagai bentuk pembinaan kemandirian.
Lebih lanjut, Kalapas mengusulkan agar Lapas Jember dipertimbangkan untuk direlokasi ke pinggiran kota demi keamanan dan efisiensi ruang tata wilayah.
Bupati Jember menyambut baik seluruh masukan tersebut dan menegaskan kesiapan Pemkab dalam memberikan dukungan lintas sektor.
“Kami akan meninjau langsung krisis air dan berkoordinasi dengan pihak terkait, serta mendukung kajian relokasi Lapas,” tegas Bupati.
Sinergi antara Lapas dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, aman, dan produktif, serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.














































