Menelusuri Jejak Ratu Sima: Tafsir Pribadi Tentang Ibu Pertiwi dan Sejarah Nusantara
Oleh: Agus Flores
“Mudah-mudahan apa yang saya tulis menjadi keberkahan, diberikan kesehatan, panjang umur, dijauhkan dari bala, dan dilimpahkan rezeki”.
Pengantar Pribadi
Sejak usia 18 tahun, saya sudah mulai menulis tentang asal muasal Indonesia. Bahkan, saya pernah kedatangan sosok berjubah zaman kuno yang menceritakan tentang 130 raja di Nusantara dari Kasta Brahma. Jadi, bukan saat menjadi dosen filsafat saja saya memahami cikal bakal Nusantara. Saya mencoba meluruskan sejarah — bukan menggurui, tapi menafsir.
Mungkin, yang selama ini disebut “Ibu Pertiwi” sebenarnya adalah Ratu Sima. Namun saya meyakini, ada versi asli dan versi tiruan (KW) dari figur Ratu Sima ini.
Ratu Sima: Sosok Pemimpin Tanah Para Dewa
Dalam analisa saya, Ratu Sima adalah keturunan langsung dari seorang Dewa — entah Dewa Wisnu atau Dewa Siwa. Sebuah sosok agung dari tanah yang dulu disebut Tanah Surga Dunia, sebelum dikenal dengan nama Nusantara atau Indonesia. Tanah ini dikenal sebagai Tanah Para Dewa, bukan Jawa atau Sumatera, tapi satu kesatuan yang disebut Tanah Air.
Ratu Sima sendiri merupakan penguasa Kerajaan Kalingga, wilayah yang terletak di bagian utara Pulau Jawa. Ia memerintah setelah wafatnya sang suami, Raja Kartikeyasinga, sekitar tahun 674 Masehi.
Keteladanan dan Ketegasan Ratu Sima
Ratu Sima dikenal luas karena ketegasan dan keadilannya. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah saat ia tetap menjatuhkan hukuman kepada anaknya sendiri yang melanggar hukum — bahkan hanya karena menyentuh kantong emas ujian kejujuran. Ini bukan hanya legenda, tapi teladan moral yang langka dalam sejarah kepemimpinan.
Tafsir dan Keterkaitan dengan Sosok Lain
Saya pribadi mengklaim bahwa Ratu Sima memiliki kaitan erat dengan sosok Ratu Laut Selatan. Bisa jadi Ratu Laut Selatan adalah putri dari Ratu Sima — atau bahkan Ratu Sima itu sendiri dalam versi spiritual.
Saya juga mencoba menyambungkan benang merah dengan kisah Ramayana dari India, di mana kepala Rahwana dibuang dan dikisahkan berakhir di tempat terasing. Bisa jadi ini salah satu bab dari narasi lintas benua antara India dan Nusantara.
Ratu Sima dan Dinasti-Dinasti Besar Nusantara
Nama Tanah Air, Ibu Pertiwi, Nusa, dan Bangsa menurut saya sudah eksis sejak zaman Ratu Sima. Saya juga mencoba mengaitkan keberadaannya dengan Dinasti Syailendra, yang kemudian melahirkan tokoh besar seperti Balaputradewa. Artinya, Ratu Sima hidup sebelum zaman Dinasti Syailendra dan Kerajaan Sriwijaya.
Lalu, muncul klaim tafsir pribadi saya: mungkinkah Mahapatih Gajah Mada adalah keturunan dari Balaputradewa? Belum ada literatur resmi yang mendukung klaim ini, tapi intuisi saya membisikkan kemungkinan itu.
Penutup: Misteri dan Spiritualitas Nusantara
Nusantara adalah tanah penuh rahasia, keajaiban, dan warisan spiritual yang tak akan habis digali. Penafsiran saya mungkin tak selalu benar, karena saya hanya anak desa yang gemar menulis dan mencari kebenaran sejarah. Tapi lewat catatan ini, saya ingin menyumbangkan sudut pandang yang berbeda, agar warisan Ibu Pertiwi — yang saya yakini adalah Ratu Sima — tidak hilang ditelan waktu.














































