MNRTV NEWS, Jakarta – Dalam momen pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Labschool Kebayoran, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho hadir memberikan kuliah umum yang sarat motivasi dan refleksi masa depan.
Hadapan para siswa baru, Irjen Sandi menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya generasi muda bersiap menghadapi bonus demografi dan berbagai tantangan global.
“Bonus demografi itu bukan sekadar statistik jumlah penduduk usia produktif, tapi peluang besar. Kalau kalian bisa memanfaatkannya, maka kalian akan menjadi generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Irjen Sandi menggambarkan bahwa pada tahun 2045 – ketika Indonesia genap berusia 100 tahun – para siswa yang kini duduk di bangku SMA akan berada pada usia produktif yang menentukan arah bangsa.
“Saat itu kalian berusia sekitar 35 tahun. Kami sudah pensiun. Maka bangsa ini ada di tangan kalian. Oleh karena itu, persiapan kalian harus dimulai dari sekarang,” tambahnya.
Teknologi, Iklim, dan Krisis Karakter: Tantangan Nyata
Dalam paparannya, Irjen Sandi juga menyinggung berbagai tantangan yang harus diwaspadai oleh generasi muda. Salah satunya adalah disrupsi teknologi yang mengubah wajah dunia kerja, serta krisis iklim yang semakin nyata, di mana Indonesia menjadi salah satu negara paling rawan bencana.
Selain itu, ia menyoroti persoalan bullying dan kekerasan sosial di kalangan remaja yang kerap terjadi karena keinginan untuk diterima atau dominan dalam kelompok.
“Bullying itu seringkali muncul dari ketidakmampuan mengelola emosi dan eksistensi diri. Ingin dianggap kuat, justru jadi pelaku kekerasan,” jelasnya.
Nilai Karakter Jadi Pilar Masa Depan
Irjen Sandi menekankan bahwa keberhasilan masa depan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan karakter dan semangat kolaboratif.
“Kalau kalian tidak punya jiwa sosial dan empati, maka teknologi hanya akan memperbesar ego, bukan kontribusi. Tapi jika kalian punya karakter kuat, maka teknologi jadi alat perubahan,” tegasnya.
Kuliah umum ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan guru yang hadir. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata pendekatan humanis dan edukatif Polri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama dalam konteks generasi muda.














































