MNRTV NEWS, Bekasi — Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum., menerima kunjungan audiensi dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bekasi di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Audiensi ini bertujuan menjalin silaturahmi, memperkenalkan jajaran pengurus NPCI Kota Bekasi, serta menyampaikan harapan agar Kejaksaan dapat memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga bagi atlet disabilitas di Kota Bekasi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Ketua NPCI Kota Bekasi menyampaikan apresiasi dan kegembiraan atas kesempatan dapat bersilaturahmi langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Dalam kesempatan tersebut, NPCI juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan prestasi olahraga disabilitas hingga ke tingkat nasional dan internasional, sekaligus mendorong sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mewujudkan tata kelola organisasi olahraga yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan sosial.
Menanggapi hal itu, Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum. menyampaikan apresiasi atas kiprah NPCI Kota Bekasi yang telah mengharumkan nama daerah melalui berbagai cabang olahraga disabilitas.
Ia menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk menjadi mitra strategis dalam memperkuat nilai-nilai keadilan substantif, termasuk bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
“Keadilan negara tidak hanya diukur dari seberapa kuat hukum ditegakkan, tetapi juga dari seberapa jauh negara berpihak pada kelompok yang rentan. Kejaksaan Negeri Kota Bekasi akan terus berupaya menjadi epicentrum simbol keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk sahabat-sahabat difabel yang berjuang di dunia olahraga,” ujar Dr. Sulvia Triana Hapsari.
Kegiatan audiensi ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata hasil karya kaum difabel sebagai simbol komitmen, penghargaan, dan harmoni bersama antara Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan NPCI Kota Bekasi dalam mendorong kemajuan olahraga disabilitas yang berkeadilan dan inklusif.














































