MNRTV NEWS, Jakarta – Dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks dinilai memiliki implikasi serius terhadap stabilitas nasional Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya kolaboratif lintas sektor dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan NKRI.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat membuka kegiatan “Kajian Publik tentang Kontijensi Konflik Regional yang Mempengaruhi Stabilitas Nasional” di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Purwito menegaskan bahwa Indo-Pasifik kini menjadi episentrum perhatian global, dengan berbagai isu strategis seperti ketegangan Laut Cina Selatan, dinamika Semenanjung Korea, hingga terbentuknya aliansi pertahanan QUAD dan AUKUS.
“Situasi ini berimplikasi langsung pada jalur perdagangan laut, ekonomi, ketahanan energi, dan pangan Indonesia. Dua puluh lima tahun ke depan, dinamika politik Indo-Pasifik sulit diprediksi secara pasti, sehingga berdampak signifikan bagi Indonesia,” ujarnya.
Kemenko Polkam, lanjut Purwito, mendorong sinergi lintas kementerian/lembaga, akademisi, hingga kelompok masyarakat guna menyamakan persepsi, memetakan skenario konflik, dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif serta aplikatif.
Dalam forum ini, hadir sejumlah narasumber, di antaranya:
Mayjen TNI Dr. Oktaheru Ramsi, Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan,
Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Guru Besar FISIP Universitas Padjadjaran,
Dr. Klaus H. Raditio, akademisi bidang geopolitik.
Masing-masing membahas konstelasi kepentingan negara besar di Indo-Pasifik, dilema keamanan regional, serta keamanan nasional Indonesia di Laut Cina Selatan dalam konteks persaingan adidaya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kewaspadaan nasional terhadap ancaman militer, non-militer, maupun hibrida, sekaligus memperkokoh peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.













































