MNRTV NEWS, Jakarta – Setelah satu tahun sejak merilis dua single perdananya, grup musik instrumental asal Indonesia, BABON, kembali hadir dengan karya terbaru bertajuk “Cacti Traveler”. Lagu ini menjadi langkah awal menuju album debut mereka yang dijadwalkan rilis pada akhir September 2025.
Dirilis melalui Wonderwheel Recordings, label rekaman independen asal Brooklyn, New York, Cacti Traveler menandai babak baru eksplorasi musikal BABON. Grup ini digawangi oleh Rayi Raditia, Wahyudi Raupp, dan Rori Jiwa.
Mengusung komposisi kaya nuansa tradisional Indonesia, BABON dalam single terbarunya menambahkan warna baru dengan menggabungkan ritme hip-hop, melodi jazzy, dan sentuhan gamelan. Alunan terompet dan saxophone yang berpadu dengan beat drum hip-hop menciptakan atmosfer petualangan, seolah membawa pendengar menjelajahi dimensi musikal yang sinematik.
Tak hanya itu, alunan electric piano dengan nuansa hipnotik pelan-pelan membawa transisi ke aransemen ala funk Timur Tengah, dipimpin permainan organ yang lentik dan meditatif—menambah kedalaman karakter komposisi.
“Cacti Traveler adalah bentuk penghormatan kami kepada musisi-musisi yang menginspirasi perjalanan musik kami, seperti Flying Lotus, Jaga Jazzist, dan Cactus Channel,” ujar Rayi Raditia. Lagu ini juga memperkenalkan sosok karakter fiksi ciptaan BABON, yakni seorang penjelajah antargalaksi yang diturunkan ke Bumi untuk menyaksikan ironi pembangunan di wilayah tropis. Karakter ini menjadi benang merah dalam album konsep mereka, yang mengangkat narasi transformasi lingkungan dari masa kolonial hingga era modern—dari hutan lebat menjadi gurun.
Tentang BABON
BABON merupakan grup musik instrumental asal Indonesia yang memadukan elemen keroncong, dangdut, dan musik tradisional Nusantara lainnya dengan pengaruh Afro-funk, Latin, dan musik Timur Tengah. Dalam penampilannya, mereka tampil sebagai format tujuh personel lengkap dengan seksi brass. Musik mereka dikenal dengan sebutan khas “Tropical Desert Music” atau “Irama Gurun Tropis”—representasi suara yang memadukan eksotisme tropis dengan refleksi atas isu-isu lingkungan dan kemanusiaan.
“Cacti Traveler” telah tersedia di berbagai platform digital sejak 20 Juni 2025. Lagu ini menjadi gerbang menuju rangkaian karya bertema lingkungan dan sejarah yang lebih luas dalam album perdana BABON.
(DD/YD)














































