MNRTV NEWS, Jakarta – Balai Sarwono, Cilandak, Jakarta Selatan, dipenuhi suasana hangat dan tawa penuh haru saat Reuni Akbar Alumni SD Mahaputra angkatan 1965 hingga tahun 80 an digelar, Minggu (15/6).
Lebih dari 300 alumni hadir, menjadikan acara ini bukan hanya ajang temu kangen, tetapi juga ruang kolaborasi dan apresiasi karya.
Balai Sarwono yang bernuansa tradisional menjadi latar sempurna untuk perjumpaan yang sarat emosi. Dari pelukan hangat hingga gelak tawa, reuni ini membangkitkan kembali kenangan masa kecil, menyatukan kembali mereka yang pernah mengisi bangku SD bersama lebih dari lima dekade lalu.
Berbeda dari reuni pada umumnya, panitia menyuguhkan bazar UMKM alumni dan masyarakat lokal. Beragam produk unggulan—dari kuliner khas Nusantara, kerajinan tangan, hingga karya seni—dipamerkan sebagai bentuk nyata semangat kewirausahaan para alumni.
“Kami ingin reuni ini bukan cuma nostalgia, tapi juga jadi momentum untuk melihat potensi yang dimiliki alumni,” ujar Ketua Panitia Reuni, Deni Patria Wardana.
Beberapa tokoh penting turut hadir, di antaranya Dr. Iqbal Alan Abdullah, pembina Yayasan Mahaputra, serta Tito Soemarsono, seniman yang juga alumni, yang tampil membawakan lagu-lagu kenangan.
“Saya sangat bahagia. Reuni SD itu jarang, dan ini sangat berkesan karena bisa bertemu teman masa kecil,” ujar Tito.
Sementara itu, Didin Yuniadin, alumni sekaligus seksi acara, menyampaikan harapan agar silaturahmi ini menjadi langkah membangun kerja sama ekonomi antar alumni.
“Kebersamaan ini punya potensi besar kalau dikelola jadi kekuatan ekonomi, terutama lewat UMKM,” tambahnya.
Acara makin meriah dengan penampilan seni dari para alumni. Musik, puisi, dan pertunjukan budaya membingkai malam penuh makna. Reuni ini juga menjadi refleksi bahwa pertemanan masa kecil bisa melahirkan semangat baru untuk terus melangkah, berkarya, dan berkontribusi.
Ketika senja mulai turun, satu per satu alumni berpamitan. Tapi semangat dan rasa memiliki terhadap almamater tetap menyala.
“Reuni ini bukan akhir, tapi awal dari banyak langkah ke depan,”tutup Dr. Iqbal dalam sambutannya.














































