MNRTV NEWS, Cirebon – Tim K9 dari Kepolisian Daerah Jawa Barat dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban longsor yang terjadi di kawasan Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon. Bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat malam tersebut mengakibatkan sejumlah warga diduga tertimbun material tanah.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa Unit K9 memegang peran penting dalam evakuasi karena medan yang sulit dijangkau menyulitkan proses pencarian manual.
“Sejak pagi, Unit K9 sudah mulai menyisir sejumlah titik rawan yang telah kami petakan sebelumnya,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi kejadian, Sabtu (31/5).
Sebanyak tiga ekor anjing pelacak bersama pemandu dan dua instruktur diturunkan ke lokasi. Mereka bergabung dengan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat. Proses pencarian juga dibantu satu unit ekskavator untuk mengangkat material longsor yang menimbun jalan dan rumah warga.
Kombes Sumarni menyebut, pengerahan K9 ini merupakan perintah langsung dari Kapolda Jawa Barat, yang telah berada di lokasi sejak malam hari sebelumnya.
“Anjing pelacak ini mampu mencium keberadaan jenazah dengan radius hingga 10 meter, sehingga sangat membantu mempercepat proses pencarian di area yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Seluruh tim bekerja tanpa henti demi menemukan para korban yang diduga masih tertimbun. Diharapkan, kehadiran Unit K9 dapat memberikan hasil yang signifikan dalam waktu singkat.
Pencarian akan terus dilakukan sampai seluruh area longsor dinyatakan aman dan tidak ada lagi korban yang tertinggal.














































