MNRTV News, Jakarta – Rumah produksi Sinematna Buana Kreasindo menghadirkan film horor terbaru berjudul The Bell: Panggilan untuk Mati yang mengangkat sosok Penebok, hantu tanpa kepala dari mitos Pulau Belitung.
Aktor senior Mathias Muchus yang turut membintangi film tersebut menilai latar cerita menjadi daya tarik utama karena menghadirkan kisah horor di luar Pulau Jawa.
“Menariknya, ternyata ada juga horor di luar Pulau Jawa. Belitung yang dikenal indah justru punya cerita mistis seperti Penebok,” ujar Mathias, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, keputusannya terlibat dalam proyek ini juga dilandasi keinginan untuk mendukung produksi lokal, terlebih produser film berasal dari daerah yang sama.
Menurut Mathias, proses syuting di Belitung tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menghadirkan nuansa magis yang kuat.
“Selain pemandangannya indah, ada suasana magis yang terasa. Apalagi bangunan-bangunan tua di lokasi syuting memberi kesan menyeramkan,” katanya.
Aktris Ratu Sofya mengaku antusias menjalani proses syuting karena menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi Belitung.
“Aku belum pernah ke Belitung, jadi ini kesempatan yang aku tunggu. Setelah membaca karakternya, aku langsung tertarik,” ujarnya.
Film garapan sutradara Jay Sukmo ini mengisahkan sebuah lonceng keramat yang diyakini mampu mengurung roh jahat. Namun, lonceng tersebut dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten, yang justru membebaskan Penebok—entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun.
Teror pun menyebar ketika sosok hantu tanpa kepala bergaun merah mulai memburu para pelaku dan warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian, menandai kemunculan Penebok yang menagih korban.
Selain Mathias Muchus dan Ratu Sofya, film ini juga dibintangi Bhisma Mulia, Shaloom Razade, Givina Dewi, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, dan Maulidan Zuhri.
“The Bell: Panggilan untuk Mati” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.













































