MNRTV NEWS, INDRAMAYU – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Prof. DR. Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, menerima ucapan selamat ulang tahun ke-79 dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), Muhamad Aditya Prabowo, SH.
Dalam keterangannya kepada awak media yang tergabung dalam Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI), Aditya menyampaikan:
“Barakallahu fi umrik, Syaykh. Jazakumullah khairan atas dedikasi dan perjuangan yang tiada henti. Semoga Syaykh dan Umi senantiasa sehat paripurna dan terus berjuang untuk Indonesia Sehat, Cerdas dan Manusiawi serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.”
(Muhamad Aditya Prabowo, S.H., Ketua Umum HIPNUSA)
Ucapan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap kiprah panjang Syaykh Panji Gumilang dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kontribusi Al-Zaytun dalam Peningkatan IPM Jawa Barat
Sejak didirikan tahun 1999, Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan manusia di wilayah sekitar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa:
IPM Jawa Barat pada 2018 mencapai 71,30, naik 0,61 poin dari 70,69 pada 2017.
Tahun 2024, seluruh dimensi IPM mengalami peningkatan, terutama dalam standar hidup layak dan pendidikan.
Harapan Lama Sekolah (HLS) naik menjadi 12,80 tahun di 2024.
Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) naik menjadi 8,87 tahun.
Kontribusi ini dikaitkan langsung dengan program-program Al-Zaytun, seperti:
Pemberdayaan petani di Desa Suka Slamet, Gantar, dan Mekar Jaya, dengan pembagian hasil pertanian secara adil.
Dukungan pada peningkatan ekonomi desa, di mana petani mampu memperoleh penghasilan Rp 7–8 juta per panen dan turut membayar pajak.
Al-Zaytun sendiri, secara kelembagaan, rutin menyumbang pendapatan negara melalui pembayaran pajak tahunan sebesar Rp 500 juta.
Transformasi Tanah “Tak Dilirik” Menjadi Pusat Pendidikan Asia Tenggara
Tanah di Desa Mekar Jaya yang dulunya dianggap “tidak berguna”, kini menjelma menjadi kawasan pendidikan terpadu dengan bangunan estetik, modern, dan ramah lingkungan. Hal ini menjadi bukti konkret dari visi besar Syaykh Panji Gumilang dalam transformasi kawasan tertinggal menjadi pusat pertumbuhan peradaban.
Sebagai pengusaha, Aditya menyatakan kekagumannya atas visi Syaykh Panji Gumilang, yang tertuang dalam buku “Remontada From Within Novum Gradum: Trilogi Revolusi Pendidikan” karya wartawan senior Drs. Ch. Robin Simanulang.
Dalam buku tersebut digambarkan rencana besar Syaykh Panji Gumilang untuk membangun lembaga pendidikan di 38 provinsi, dengan masing-masing berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektar, terdiri dari:
500 hektar untuk kegiatan belajar dan asrama
2.500 hektar untuk praktik dan pembiayaan mandiri
“Ini sungguh ide luar biasa dari anak bangsa yang sangat peduli terhadap masa depan Indonesia,” tegas Aditya.














































