MNRTV NEWS, Jakarta – Pelaksanaan Operasi Patuh 2025 yang digelar serentak di seluruh Indonesia menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data resmi Korlantas Polri, terjadi penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Sepanjang operasi, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 334 orang, atau turun 20 persen dari tahun 2024 yang mencapai 417 orang. Sementara itu, jumlah kejadian kecelakaan turun menjadi 2.884 kasus, atau turun 11 persen dari 3.251 kasus pada tahun lalu.
Kakorlantas: Budaya Tertib Lalu Lintas Harus Terus Diperkuat
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.I.K., M.Hum. menegaskan bahwa capaian ini adalah fondasi kuat untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Indonesia.
“Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional yang akan diperingati 19 September mendatang bukan hanya sekadar seremoni. Ini adalah momentum meneguhkan komitmen bersama untuk terus menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan,” ujar Irjen Pol Agus, Kamis (31/7/2025).
Langkah Strategis Pasca Operasi Patuh 2025
Kakorlantas menyampaikan bahwa hasil Operasi Patuh akan dijadikan dasar penyusunan strategi lanjutan yang lebih terintegrasi. Strategi tersebut meliputi:
Perluasan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk mendorong kepatuhan berkendara.
Penguatan edukasi keselamatan di sekolah, komunitas, dan perusahaan transportasi.
Pengawasan intensif di titik-titik rawan kecelakaan dan penertiban terhadap kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL).
Kampanye keselamatan nasional bersama lintas sektor, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat.
“Kami akan terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor untuk membangun kesadaran publik bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Target 2030: Turunkan Fatalitas Kecelakaan Hingga 50 Persen
Sebagai bagian dari Dekade Aksi Keselamatan Jalan Dunia, Korlantas Polri menargetkan penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 50 persen pada tahun 2030.
Penetapan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional setiap 19 September akan menjadi momentum reflektif nasional untuk memperkuat upaya keselamatan jalan secara menyeluruh.














































