MNRTV NEWS, Bekasi – Di tengah polemik penghapusan dana hibah pesantren dalam APBD Jawa Barat oleh Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM), sejumlah tokoh pendidikan keagamaan memberikan pandangan yang beragam.
Salah satunya datang dari Dr. KH. Muhammad Aiz, SH., MH., Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Annida Al Islamy Bekasi Timur sekaligus Direktur LPKU MUI Kota Bekasi.
Dalam wawancaranya yang dikutip dari YouTube Channel Forum AsMEN, KH Aiz menyampaikan bahwa pesantren yang dipimpinnya tidak terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.
“Sejak awal, kami memegang prinsip kemandirian. Kami terbiasa tidak menerima bantuan finansial, termasuk dana hibah dari pemerintah provinsi,” jelas KH Aiz dalam podcast tersebut, dikutip MNRTV News, Rabu (23/7/2025).
Meski demikian, ia mengakui adanya bentuk dukungan lain dari pemerintah, seperti program pemberdayaan ekonomi pesantren yang dinilai cukup membantu.
“Pemerintah sebelumnya pernah memberikan stimulan usaha produktif untuk pesantren. Itu sangat positif,” tambahnya.
KH Aiz juga menyoroti kebijakan baru Pemprov Jabar yang menaikkan kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Menurutnya, kebijakan ini berpotensi menggerus jumlah siswa di sekolah swasta, termasuk pesantren dan madrasah.
“Kalau diterapkan di wilayah padat seperti Bandung atau Bogor mungkin relevan. Tapi untuk Kota Bekasi, perlu disesuaikan dengan konteks lokal dan kepadatan lembaga pendidikan yang ada,” ujarnya.
Sebagai mantan Komisioner BAZNAS Kota Bekasi, KH Aiz menegaskan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan di masyarakat.
“Pesantren sejak lama menjadi benteng nilai nasionalisme, toleransi, dan kemandirian. Kami menanamkan itu sejak dini kepada para santri,” tegasnya.
Ia menambahkan, prinsip hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman) adalah nilai utama yang terus ditanamkan kepada para santri.
KH Aiz juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kota Bekasi yang menargetkan predikat sebagai Kota Paling Toleran dan Harmonis di Indonesia.
“Kami dari pesantren siap berada di garda terdepan bersama semua elemen—pemerintah, ormas, dan masyarakat—untuk menjadikan Bekasi sebagai kota contoh harmoni nasional,” pungkasnya.
Sumber: Podcast Forum AsMEN, YouTube Channel Forum AsMEN
Tanggal Tayang: Rabu, 23 Juli 2025.














































