Manusia dan Jalan Hidupnya, Apakah Mau Royal untuk Pimpinan atau Tidak?
Oleh: Agus Flores
MNRTV NEWS – Namanya juga manusia, pasti ada lebih dan kurangnya. Yang penting adalah bagaimana kita mengatur hidup selama di dunia ini. Dalam hidup, ada kawan dan ada pula musuh.
Jika kita bisa menguasai metode memahami manusia dan situasi, maka hidup akan terasa lebih nyaman dan tenang.
Setiap manusia punya jalannya masing-masing—ada yang memilih loyal kepada pimpinan, ada juga yang tidak. Semua itu kembali pada karakter masing-masing. Karakter adalah kendali diri, sedangkan sifat lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan dan dinamika dunia.
Manusia, pada akhirnya, akan memilih apakah ingin berjalan lurus atau menjadi ahli strategi dalam menjalani kehidupan.
Ada pula jenis manusia yang menjalani hidup karena kekuatan trah (garis keturunan dan spiritual) atau karena kekuatan ilmu pengetahuan.
Namun perlu dipahami: Trah adalah abadi. Ia membawa pertanggungjawaban kepada Yang Mahakuasa dan kepada leluhur. Sementara itu, ilmu pengetahuan bersifat tidak abadi. Ia hanya bertanggung jawab kepada manusia itu sendiri.
Perlu juga diingat bahwa mata manusia diciptakan bukan sekadar untuk melihat.
Ada kekuatan magnetis dalam tatapan mata yang bisa membaca situasi, perasaan, bahkan gerakan manusia. Mata bisa menjadi jendela membaca dunia secara lebih dalam.
(Sumber/Foto: Radar 91)














































