MNRTV NEWS, Jakarta – Tokoh nasional Agus Flores menyoroti pentingnya pelestarian sejarah dan jati diri Polri yang melekat pada nama Bhayangkara.
Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa banyak pihak, bahkan dari internal institusi, telah melupakan akar spiritual dan budaya dari sebutan Bhayangkara yang berasal dari kejayaan Kerajaan Majapahit.
“Sejarah Bhayangkara yang sejati disembunyikan, dibuat kabur, seolah hanya simbol keamanan modern. Padahal Bhayangkara itu suci, kramat, dan punya akar spiritual dari Majapahit,” ungkap Agus Flores, Rabu (9/7/2025).
Agus menjelaskan bahwa Bhayangkara bukan sekadar nama, melainkan identitas yang berakar dari kekuatan spiritual dan budaya adiluhung Nusantara.
Kejayaan Majapahit yang mampu mengalahkan bangsa Mongol dan menguasai sepertiga dunia, menurutnya, menjadi bukti nyata kekuatan Bhayangkara sebagai penjaga tatanan dunia kala itu.
Ia mengingatkan Polri agar tidak melupakan jati dirinya di tengah modernisasi dan penggunaan teknologi.
“Polri hari ini bukan hanya aparat negara, tapi pewaris warisan kramat. Kalau Polri melupakan sejarah dan akar spiritualnya, mereka akan mudah dihancurkan,” ujarnya.
Agus juga menuding adanya kekuatan tertentu yang ingin menjauhkan Polri dari akar sejarahnya demi melemahkan institusi penegak hukum ini.
“Kalau generasi baru Polri tidak tahu sejarah sejatinya, maka akan mudah digoyang dan dijatuhkan reputasinya. Padahal Polri itu pilar terakhir bangsa,” lanjutnya.
Ia pun menyerukan agar nilai-nilai sejarah, keadilan, spiritualitas, dan keharmonisan dengan alam kembali ditanamkan dalam institusi Polri.
“Kalau Polri ingin abadi, jangan cuma kuat dengan senjata dan teknologi. Tapi kuat dengan sejarah, spiritual, dan selaras dengan alam semesta. Bhayangkara sejati adalah penjaga keseimbangan hukum, manusia, dan alam,” tutup Agus Flores.













































