MNRTV NEWS, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkap sejumlah persoalan yang dihadapi empat Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua dalam hal realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Dalam keterangannya usai menghadiri Rapat Panja Evaluasi DOB Papua di Komisi II DPR RI, Jakarta, Rabu (2/7/2025), Mendagri menyebut bahwa realisasi pendapatan masih sangat bergantung pada dana transfer pusat, namun banyak daerah belum memenuhi syarat pencairan dari Kementerian Keuangan.
“Padahal mereka dananya dari pusat. Nah kenapa? Karena syarat salurnya yang dipersyaratkan Kementerian Keuangan belum dipenuhi,” kata Mendagri Tito.
Berdasarkan data Kemendagri per 27 Juni 2025, realisasi pendapatan tertinggi dicapai Provinsi Papua Tengah (48,75%), sedangkan terendah Papua Pegunungan (14,76%). Papua Selatan dan Papua Barat Daya mencatatkan realisasi masing-masing sebesar 23,17% dan 17,47%.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Mendagri telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu untuk membentuk tim gabungan Kemendagri–Kemenkeu yang akan memberikan asistensi teknis kepada keempat DOB.
Sementara itu, realisasi belanja juga masih tergolong rendah: Papua Pegunungan (20,25%), Papua Selatan (18,09%), Papua Tengah (15,98%), dan Papua Barat Daya (11,51%).
Mendagri juga menyoroti hambatan internal, seperti perombakan kepala dinas yang menyebabkan tersendatnya penyerapan anggaran. Ia mendorong agar perombakan segera dilakukan secara tepat dan disinkronkan dengan Kemendagri.
Lebih lanjut, Mendagri menyebut pembangunan fisik di tiga provinsi—Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya—telah menunjukkan progres. Namun, di Papua Pegunungan, proses pembangunan masih terkendala oleh penentuan lokasi pusat pemerintahan. Pemerintah pusat akan segera menurunkan tim untuk membantu penyelesaian persoalan ini.
Rapat turut dihadiri oleh Wamendagri Ribka Haluk, Wamenkeu Anggito Abimanyu, Wamen PU Diana Kusumastuti, pejabat Kementerian PPN/Bappenas, serta perwakilan dari empat DOB secara virtual.














































