MNRTV NEWS, Cilegon – Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Lebak Denok, Kelurahan Lebak Denok, Kota Cilegon, Banten, menerima kunjungan dari Politeknik PGRI Banten pada Selasa, 1 Juli 2025.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi serta asesmen lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.
Rombongan Politeknik PGRI Banten terdiri dari dosen-dosen dan tim manajemen kampus, yang dipimpin oleh Kepala Program Studi Manajemen Sumberdaya Manusia Sektor Publik, Feby Arma Putra, M.Si., M.M.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Kelurahan Lebak Denok, Bapak Nurkholis, dan Ketua Posyantek, Bapak Iim Setiawan (akrab disapa Kang Wawan).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW AsMEN Banten, Safrizal Atril, dan perwakilan dari Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Riski Septiawan, yang turut mendampingi dalam peliputan kegiatan.
Dalam pertemuan tersebut, Feby Arma Putra menyampaikan rencana penempatan mahasiswa KKN di wilayah Lebak Denok. Kelompok mahasiswa yang akan diterjunkan berjumlah 15 orang dari lima program studi, yaitu:
• Bisnis Digital
• Manajemen Informatika
• Manajemen Sumberdaya Manusia Sektor Publik
• Teknik Elektro
• Teknik Mesin
Ketua LPPM Politeknik PGRI Banten, Rosdiana, menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan asesmen awal sebelum pelaksanaan KKN. Ia juga menyebutkan bahwa kerja sama ini berangkat dari komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya antara pihak kampus, kelurahan, dan Posyantek.
Rosdiana menambahkan bahwa mahasiswa nantinya akan membantu mengembangkan potensi lokal masyarakat, seperti implementasi digital marketing bagi pelaku UMKM, serta program-program lain yang sesuai dengan kebutuhan warga sekitar.
Ketua Posyantek Lebak Denok, Kang Wawan, menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap rencana kerja sama ini. “Kami sangat terbuka dan menyambut baik kehadiran mahasiswa. Semoga kerja sama ini tidak hanya terbatas pada kegiatan KKN, tetapi juga berlanjut menjadi kemitraan berkelanjutan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat lokal guna mendorong pemberdayaan berbasis teknologi dan potensi sumber daya manusia.














































