MNRTV NEWS, Tangerang – Dalam semangat kemanusiaan dan pelayanan publik, Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengevakuasi istri Poniman, Tarpiah, ke Rumah Sakit Melati akibat kondisi kesehatannya yang memburuk.
Bantuan ini diberikan setelah jajaran kepolisian mengetahui situasi keluarga Poniman saat menyalurkan bantuan sosial di kediaman mereka di Kelurahan Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Ronald Sipayung menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan implementasi dari arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto agar Polri benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
“Ibu Tarpiah mengalami komplikasi kesehatan seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan gangguan lambung. Setelah dicek tim Sie Dokkes, kami segera rujuk ke RS untuk perawatan inap,” ujar Kombes Ronald, Rabu (25/6/2025).
Ronald mengaku tersentuh oleh kondisi ekonomi keluarga Poniman yang memprihatinkan. Ia berharap langkah ini dapat membawa manfaat dan menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam suka maupun duka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai pelayan dan pelindung masyarakat,” imbuhnya.
Kepedulian Usai Restorative Justice
Sebelumnya, Poniman sempat ditangkap atas tuduhan pencurian handphone milik seorang warga bernama Arlan Sutarlan di Masjid Nurul Barkah, Bandara Soekarno-Hatta, pada 5 April 2025. Namun, berkat pendekatan restorative justice, perkara dihentikan setelah Poniman mengganti rugi dan berdamai secara kekeluargaan dengan korban.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, mengatakan bahwa keputusan ini diambil atas dasar kemanusiaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri juga memiliki empati. Kami tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga peduli terhadap nasib masyarakat,” kata Kompol Yandri.
Sebagai bentuk lanjutan dari empati tersebut, pihak kepolisian memberikan bantuan sembako dan uang tunai dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79.
Motif Mencuri: Demi Beli Beras
Poniman mengaku mencuri handphone seharga Rp250 ribu karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Ia telah menganggur hampir dua tahun setelah bekerja 18 tahun sebagai sopir ekspedisi.
“Saya nekat karena istri sakit dan kami tidak punya apa-apa lagi. Uang dari menjual HP itu saya gunakan untuk beli beras,” kata Poniman lirih.
Tarpiah, sang istri, telah lama menderita penyakit komplikasi seperti diabetes dan gangguan lambung. Ia mengaku terpukul saat mengetahui suaminya mencuri, hingga gula darahnya naik dan tubuhnya lemas.
“Saya kaget dan syok. Tapi saya tahu, dia melakukan itu demi saya,” ucap Tarpiah sambil menahan tangis.
Kini, berkat kepedulian Polresta Bandara Soetta, Tarpiah mendapatkan perawatan yang layak. Kehangatan dan kehadiran polisi membawa harapan baru bagi pasangan lansia tersebut.














































