MNRTV NEWS, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menyampaikan kuliah umum bertema “Sistem Manajemen Nasional dalam Penerapan Digitalisasi Pemerintahan” di Ruang Gajah Mada, Lemhannas RI, pada Rabu (2/6).
Kegiatan ini diikuti oleh peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 25 dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 68).
Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan agenda penting dalam penguatan kapasitas kepemimpinan nasional.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menyerap pemikiran strategis yang disampaikan, terutama terkait arah kebijakan nasional dalam menghadapi era digital.
Prof. Rachmat Pambudy membuka ceramahnya dengan mengingatkan kembali amanat UUD 1945 tentang kewajiban negara menjamin kesejahteraan sosial.
Ia menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga merupakan prinsip fundamental dalam perencanaan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
“Kalau ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, tidak ada alasan satu pun ada orang Indonesia yang tidak cukup makan,” tegasnya.
Indonesia Emas 2045: Sasaran Besar, Strategi Terukur
Dalam kerangka RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, Prof. Rachmat memaparkan arah kebijakan Sistem Manajemen Nasional (Sismennas) yang menyelaraskan seluruh komponen pembangunan secara terpadu dan berkelanjutan.
Visi Indonesia Emas 2045 diterjemahkan ke dalam lima indikator utama:
• Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
• Kesejahteraan sosial dan keadilan
• Ketahanan lingkungan hidup
• Ketahanan nasional
• Kepemimpinan Indonesia di tingkat global
Target pendapatan per kapita tahun 2045 ditetapkan sebesar USD 30.300, dengan baseline tahun 2025 di kisaran USD 5.500–5.520. Untuk mencapainya, diperlukan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6–7% per tahun. Proyeksi Bappenas menyebutkan, pertumbuhan 6% akan mengeluarkan Indonesia dari middle income trap pada 2041, sementara pertumbuhan 7% bisa mempercepatnya menjadi 2038.
Delapan Strategi RPJMN 2025–2029
Bappenas merancang delapan strategi utama untuk mencapai target pembangunan nasional, antara lain:
1. Swasembada pangan, energi, dan air
2. Industrialisasi berkelanjutan melalui hilirisasi sektor padat karya dan ekspor
3. Pengembangan ekonomi biru dan hijau
4. Penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif
5. Optimalisasi kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan
6. Transformasi digital dalam layanan publik dan penguatan SDM digital
7. Peningkatan FDI dan investasi non-APBN
8. Realokasi APBN untuk program produktif, seperti makan bergizi gratis, tiga juta rumah, dan penurunan stunting
Pemerintah Digital: Pilar Masa Depan
Prof. Rachmat juga menyoroti pentingnya digitalisasi tata kelola pemerintahan. Program Pemerintah Digital telah ditetapkan sebagai prioritas nasional, yang bertujuan menciptakan layanan publik yang inklusif dan efisien.
Empat pilar utama Pemerintah Digital meliputi:
Tata kelola yang cerdas dan responsif
Peningkatan akses dan kualitas layanan publik
Pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan
Transparansi dan akuntabilitas pemerintahan
Menata Masa Depan dengan Kesadaran Kolektif
Mengakhiri kuliah umumnya, Prof. Rachmat mengutip pesan Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI, tentang pentingnya perencanaan yang visioner demi kemajuan bangsa. Ia mengajak seluruh peserta menjadi bagian dari transformasi menuju Indonesia yang maju, adil, dan berdaya saing global.
“Saya hanya berdoa semoga saat itu terjadi, Bapak dan Ibu semua menjadi bagian dari kebangkitan dan kemajuan Indonesia,” pungkasnya.














































