MNRTV NEWS, Bekasi – Wartawan Bekasi Raya Bersatu menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ade Muksin sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya.
Dukungan ini sekaligus menjadi penolakan keras terhadap keputusan Ketua Umum PWI Pusat, Hendri Ch. Bangun, yang secara sepihak menunjuk Taufik Ilyas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Bekasi Raya, tanpa dasar hukum organisasi yang sah.
Moh Cahyadi, seorang wartawan senior dan aktivis 1998 yang juga menjabat sebagai redaktur di salah satu media nasional, menyatakan keprihatinannya atas langkah PWI Pusat tersebut.
Ia menilai penunjukan Plt secara sepihak itu adalah tindakan serampangan dan bertentangan dengan konstitusi organisasi.
“Penunjukan Plt ini sangat menyesatkan, inkonstitusional, dan mencederai proses demokrasi yang telah berjalan di tubuh PWI Bekasi Raya,” tegas Moh Cahyadi, yang akrab disapa Den Cupank.
Ade Muksin: Pemimpin Inklusif dan Visioner
Ade Muksin dinilai sebagai sosok pemimpin yang inklusif dan visioner. Selama kepemimpinannya, ia berhasil merangkul berbagai elemen kewartawanan di Bekasi Raya untuk bersatu membangun iklim jurnalistik yang sehat, profesional, dan berintegritas.
“Ade Muksin mampu menghadirkan suasana guyub dan solid antarwartawan. Ini yang kami butuhkan di tengah dinamika industri media saat ini,” tambah Cahyadi.
Terpilih Secara Demokratis
Ditegaskan pula bahwa Ade Muksin adalah Ketua PWI Bekasi Raya yang sah, karena terpilih melalui Konferensi PWI Bekasi Raya tahun 2024 yang dilaksanakan secara terbuka dan demokratis.
“Posisi beliau tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, kecuali melalui mekanisme organisasi yang sah,” ujarnya.
Figur Plt yang Tidak Dikenal
Terkait penunjukan Taufik Ilyas sebagai Plt Ketua, Cahyadi menyebut bahwa figur tersebut tidak dikenal di kalangan wartawan Bekasi Raya. Bahkan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa kartu keanggotaannya tercatat di wilayah Bogor.
“Ini sangat janggal. Penunjukan seseorang dari luar wilayah tanpa komunikasi dengan anggota di daerah adalah bentuk arogansi struktural,” ujarnya.
Peringatan atas Bahaya Intervensi
Lebih lanjut, Cahyadi memperingatkan bahwa langkah Hendri Ch. Bangun dapat memicu konflik horizontal di kalangan wartawan daerah. Ia menyerukan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat organisasi kewartawanan dari intervensi pihak luar yang hanya didorong oleh ambisi pribadi.
“Kami berdiri kokoh bersama Ade Muksin. Kami akan kawal PWI Bekasi Raya agar tetap independen, solid, dan bermartabat,” pungkasnya.
Dukungan Terus Menguat
Dukungan terhadap Ade Muksin terus mengalir dari berbagai pihak. Para wartawan Bekasi Raya menyatakan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi dan menolak segala bentuk intervensi.
“Kami ingin PWI Bekasi Raya tetap menjadi organisasi yang kuat, profesional, dan mampu menjalankan fungsinya sebagai wadah wartawan yang berintegritas,” tutup Cahyadi.
Menuju PWI Bekasi Raya yang Bermartabat!
(CP/red)














































