MNRTV NEWS, Jakarta – Di tengah padatnya kehidupan ibu kota, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Juaini Yusuf atau yang akrab disapa Bang Juaini, menjadi sosok pemimpin yang memilih untuk turun langsung ke lapangan, memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Lewat program unggulannya, “Ngider Bareng Bang Juaini”, ia rutin menyusuri gang-gang kecil dan permukiman padat di berbagai kelurahan.
Setiap pekan, ia datang menyapa warga, mendengar keluhan, mencatat aspirasi, dan menindaklanjuti secara cepat—bukan sekadar simbolik, tetapi aksi nyata.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Bukan cuma lewat kebijakan, tapi lewat aksi,” ujar Bang Juaini.
Program ini menjadi bentuk komitmen bahwa laporan bukan hanya angka dan kertas, tapi harus disertai pengamatan langsung. Ia ingin melihat sendiri bagaimana SKPD bekerja, sejauh mana pelayanan publik dirasakan masyarakat.
Membina Forum Lintas Ormas: Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman
Selain sibuk blusukan, Bang Juaini juga aktif membina Forum Lintas Ormas (FLO), wadah kolaborasi ratusan organisasi kemasyarakatan di Jakarta. Forum ini menjadi ruang sinergi yang inklusif, di mana pemerintah dan masyarakat sipil saling merangkul untuk tujuan bersama.
“FLO ini jembatan komunikasi. Di sini kita belajar bersatu di tengah perbedaan,” jelasnya.
Sebagai Ketua Umum FLO, gaya kepemimpinannya yang terbuka dan penuh dialog menjadikan forum ini tetap solid dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Karaoke Lintas Ormas: Hiburan yang Menguatkan Silaturahmi
Suasana hangat terasa di Kantor Wali Kota Jakarta Utara ketika panitia Lomba Karaoke Antar Ormas se-DKI datang bersilaturahmi. Kegiatan yang akan digelar pada 30 Mei–1 Juni 2025 ini mendapatkan dukungan penuh dari Bang Juaini.
“Kegiatan seperti ini mempererat silaturahmi dan membuka ruang komunikasi informal antarormas dan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran SWI sebagai penggagas kegiatan ini dan mendorong agar semangat kolaborasi terus dijaga.
Merajut Harapan, Membangun Jakarta Utara dari Bawah
Di era ketika jarak antara pemimpin dan rakyat kerap terasa lebar, Bang Juaini justru memilih pendekatan sebaliknya. Ia hadir, mendengar, merespons—membangun kepercayaan dan kedekatan secara langsung.
“Ngider Bareng Bang Juaini” bukan sekadar program jalan-jalan. Ini adalah simbol pendekatan kepemimpinan yang empatik dan partisipatif. Sebuah perjalanan yang bukan hanya menyusuri jalan fisik, tapi juga menyentuh hati dan harapan warga.
“Karena pemimpin sejati bukan yang hanya terlihat, tapi yang sungguh-sungguh hadir,” tutupnya.













































