MNRTV NEWS, Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama seluruh jajaran Polres telah sukses melaksanakan Operasi Pekat Seulawah 2025 yang berlangsung selama dua pekan, dari 1 hingga 14 Mei 2025.
Dalam operasi ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan 62 orang yang terlibat dalam 33 kasus premanisme, termasuk pungutan liar, parkir liar, balap liar, tawuran, pemerasan, hingga pengancaman.
Selain tindakan represif, operasi ini juga mencatat 2.222 kegiatan preemtif dan 1.655 kegiatan preventif yang bertujuan menciptakan rasa aman serta mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Aceh.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bentuk nyata komitmen kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman, sejuk, dan nyaman bagi masyarakat.
“Operasi ini mencerminkan kerja keras seluruh personel yang turun langsung untuk memberantas penyakit masyarakat, khususnya premanisme yang kerap meresahkan. Kami akan terus konsisten melakukan penegakan hukum secara tegas, terukur, dan humanis,” ujar Joko dalam keterangannya pada Kamis, 15 Mei 2025.
Perwira lulusan Akabri 1994 itu juga menambahkan bahwa upaya penindakan akan disertai dengan pembinaan serta penyediaan solusi terhadap persoalan sosial yang menjadi akar permasalahan premanisme.
“Pembinaan serta solusi terkait lapangan pekerjaan dan persoalan sosial budaya preman terus dibicarakan bersama pihak terkait, agar aksi-aksi yang meresahkan ini dapat diminimalkan, bahkan dihilangkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Aceh telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melanjutkan penindakan dan penertiban secara berkelanjutan demi menjaga stabilitas dan ketertiban umum di seluruh wilayah Aceh.














































