MNRTV NEWS, Jakarta – Dalam momen ulang tahunnya yang ke-48, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menggelar prosesi potong tumpeng penuh makna bersama delapan wartawan dari Bekasi Raya. Acara tersebut digelar pada pukul 20.00 WIB, lebih awal dari waktu ideal yang biasa dilakukan pada pukul 00.01 WIB.
Yang unik, pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Agus Flores, angka delapan memiliki makna simbolik tersendiri baginya. “Bisa nggak tebak maksudku? 08:00 + 08 + 48 + 44 nanti jadinya 8?” ujarnya dengan nada bercanda namun serius.
Ia menyampaikan penghargaan khusus kepada Presiden ke-8 RI, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, yang menurutnya menjadi inspirasi tersendiri.
Beragam tanggapan pun muncul dari para wartawan yang hadir. Ada yang mengartikan sebagai simbol penghargaan kepada Presiden ke-8, ada yang menyebut angka delapan sebagai nilai FRN saat ini, dan ada juga yang bingung dengan perhitungan simbolik tersebut.
Dalam suasana akrab bersama rekan media, Agus Flores tak lupa mengungkapkan rasa syukur atas luasnya jaringan sahabat yang ia miliki. “Aku bingung juga,” katanya sambil tersenyum. “Teman wartawan berkumpul di mana-mana tanpa diatur, tanpa disogok. Dari Presiden, Pati dan Pamen TNI-Polri, para kiyai, preman, eks-preman, sampai tokoh-tokoh organisasi.”
Pernyataan itu mencerminkan bagaimana Agus membangun jalinan relasi sosial lintas kalangan dengan penuh keterbukaan dan kehangatan. Ia juga dikenal dengan kepribadian yang humoris, spontan, namun tetap menyentuh. “Katanya saya multi talenta. Bisa marah, bisa guyon, kadang kayak stand-up comedy,” tambahnya sambil tertawa kecil.
Namun, di balik itu semua, Agus Flores mengakui bahwa hidupnya tidak selalu mudah. “Kantong saya pas-pasan, tapi selalu saja ada yang bantu. Renovasi kantor bisa jalan, keluarga juga tetap terpenuhi kebutuhannya. Semua ini berkah dari Tuhan lewat orang-orang baik,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Sosok Agus Flores terus menjadi contoh tentang bagaimana membangun hubungan sosial yang tulus dan inklusif. Sebagai pemimpin FRN, ia juga terus berkomitmen dalam perjuangan sosial, kemanusiaan, dan advokasi hukum melalui jaringan organisasi yang ia pimpin.













































