MNRTV NEWS, Banyuwangi – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si bersama Kakorpolairud mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau langsung penanganan korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Menhub RI menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tenggelamnya kapal di Perairan Selat Bali yang terjadi pada Rabu malam (2/7), serta menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan dan pihak terkait untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan.
“Saya turut prihatin atas kejadian ini dan menginstruksikan proses pencarian dipercepat, dengan mengedepankan koordinasi dan keselamatan,” ujar Menhub Dudy.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, sejak dini hari pasca-kejadian, operasi SAR telah dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai unsur.
“Dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta lainnya di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan terus mempercepat pencarian korban,” jelas Kombes Abast pada Jumat (4/7) di Pelabuhan Ketapang.
Polda Jatim mengerahkan sejumlah personel dan enam unit kapal patroli dari Direktorat Polairud, serta satu helikopter untuk mendukung pencarian dari udara.
“Kehadiran kami hari ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab negara terhadap para korban,” tegasnya.
Upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan, dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan diberikan penanganan yang layak.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang, juga mengajak masyarakat untuk mendoakan dan memberikan dukungan moral bagi para korban dan keluarga.
“Penanganan tragedi ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian bagi warganya yang terdampak musibah,” ungkapnya.
Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB di titik koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″E. Berdasarkan manifest, kapal membawa 53 penumpang, 12 ABK, dan 22 unit kendaraan.














































