MNRTV NEWS, Jakarta — Kontingen TALI SADULUR mencetak sejarah sebagai juara umum dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Piala Kementerian Kebudayaan RI: Bhayu Manunggal Championship 2025.
Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian ketangguhan para pesilat terbaik Tanah Air dalam menjunjung tinggi warisan budaya bangsa.
Dengan torehan 9 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari total 11 nomor pertandingan yang diikuti, TALI SADULUR secara meyakinkan mengungguli kontingen lain dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi luar biasa ini membuktikan semangat juang dan kualitas teknik tinggi yang dimiliki para atlet TALI SADULUR.

Beberapa atlet andalan yang mengharumkan nama tim antara lain:
Kayana Angelina (emas kategori Under A sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri),
Natasha (emas kategori B Puteri),
Helmi Haikal (emas kategori F Putera).
Khusus untuk Kayana, bocah asal Sukatani, Kabupaten Bekasi, prestasinya di kancah nasional ini menjadi sorotan tersendiri, terlebih karena namanya belum banyak dikenal publik sebelumnya.
Ketua TALI SADULUR, Abdul Halim, menyampaikan rasa syukur dan dedikasi atas pencapaian ini.
“Prestasi ini kami persembahkan kepada Bapak Bupati Bekasi, H. Ade Kuswara Kunang, SH, Ibu Retno Raswaty, S.S., M.Hum., selaku Kepala BPK IX Jabar, dan Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Kami percaya bahwa dukungan mereka menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus maju,” ujar Abdul Halim, Minggu (22/06/2025).
Ia juga menambahkan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tapi warisan budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dibanggakan.
Keikutsertaan dan keberhasilan TALI SADULUR di pentas nasional ini cukup mengejutkan banyak pihak karena meski tergolong pendatang baru di ajang nasional, mereka langsung merebut gelar tertinggi.
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi para atlet lain di Indonesia. Kami akan terus berlatih, berproses, dan siap mengharumkan nama bangsa di level internasional,” pungkas Halim.
Dengan semangat pelestarian budaya dan pengembangan prestasi olahraga, kejuaraan ini juga menjadi momentum penting untuk mengangkat pencak silat sebagai identitas bangsa Indonesia di mata dunia.














































