MNRTV NEWS, BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 25 kasus kriminal dalam pelaksanaan Operasi Pekan Semeru 2 Tahun 2025 yang berlangsung selama dua pekan, sejak 1 hingga 14 Mei 2025.
Operasi ini difokuskan pada penindakan tegas terhadap berbagai tindak kekerasan dan praktik premanisme yang meresahkan masyarakat.
Sebanyak 37 orang tersangka telah diamankan dalam operasi tersebut. Jenis kasus yang ditangani meliputi penganiayaan, pemerasan, bentrokan antar kelompok perguruan silat, intimidasi oleh oknum penagih utang (debt collector), hingga aksi kekerasan kelompok.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menyatakan bahwa peningkatan kasus kekerasan di wilayahnya menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme dan kekerasan. Penegakan hukum akan terus kami lakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kombes Pol Rama.
Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk kendaraan bermotor, senjata tajam, serta barang elektronik milik korban. Meskipun fokus utama adalah pada kekerasan, operasi juga berhasil menindak beberapa kasus penyakit masyarakat (pekat), seperti perjudian dan peredaran miras ilegal.
Kasus Menonjol: Perampokan Bermodus Polisi Gadungan
Salah satu kasus yang paling menonjol selama operasi adalah perampokan dengan modus menyamar sebagai polisi, yang terjadi pada April 2025. Pelaku utama mengenakan seragam dan atribut polisi palsu, lengkap dengan airsoft gun yang menyerupai senjata api.
Ia mendatangi rumah korban, berpura-pura melakukan pemeriksaan, dan kemudian memaksa masuk serta membawa kabur barang-barang berharga, termasuk laptop, ponsel, kendaraan bermotor, dan uang tunai. Kerugian korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Polisi berhasil membekuk pelaku di wilayah Bekasi pada 12 Mei 2025. Berdasarkan penyelidikan, pelaku ternyata memiliki hubungan pribadi dengan korban dan didorong oleh motif balas dendam akibat kegagalan investasi kripto yang pernah dijalani bersama.
“Pelaku utama sudah kami amankan dan proses hukum sedang berjalan. Kami juga terus mendalami kemungkinan ada tersangka lain yang terlibat,” tambah Kombes Pol Rama.
Imbauan untuk Masyarakat
Kapolresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap aksi kejahatan dengan modus penyalahgunaan atribut aparat. Warga diminta segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk membantu kami menjaga keamanan. Jangan ragu untuk melapor,” pungkasnya.
Polresta Banyuwangi memastikan akan terus melakukan patroli rutin, penegakan hukum, serta pendekatan preventif demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Banyuwangi.














































