Kota Bekasi, [ MNRTV News ] Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) menggelar Podcast dengan menghadirkan Komisioner (Bawaslu) Kota Bekasi Choirunnisa Marzuki, S. Psi, dipandu host Cak Nurkholis dengan tema “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Indeks Kerawanan Pemilih yang akan dilakukan Bawaslu”, bertempat di Studio AsMEN, Selasa (24/09/2024).
Dalam kesempatan kali ini Choirunnisa mengucapkan, terimakasih kepada Asmen yang sudah mengundang untuk bisa hadir dan bisa menyapa teman-teman semuanya.
Mengawali dialog, Choirunnisa menceritakan awal mulanya menjadi Komisioner Bawaslu, sejak tahun 2018 hingga 2023 terpilih kembali. Kepemimpinan Bawaslu bersifat kolektif kolegial, jumlah anggota atau komisioner bersifat ganjil (5) dan keputusan diambil secara mayoritas suara,” katanya.
Menurutnya, Bawaslu memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan terhadap pelanggaran Pemilu ataupun Pilkada, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya Pemilu dan Pilkada yang jujur dan adil. Bawaslu juga berperan dalam mengawasi kampanye politik, penggunaan dana kampanye, dan praktik politik yang tidak fair,” tutur Choirunnisa.
Masih kata Choirunnisa, Bawaslu mengawasi untuk memastikan proses Pemilu berjalan damai, serta pembiayaan Pilkada ini berjalan sesuai yang diawasi, siapa yang diawasi tentu saja ada. Pilkada berarti ada pasangan calon. Nah Panitia pelaksana itu KPU yang mulai membuat tahapan jadwal, logistik dan sebagainya, yang kita awasi pesertanya biar tidak curang dan taat aturan kalau berkompetisi dengan baik,” ucapnya.
Lanjut, ia menjelaskan bahwa Bawaslu Kota Bekasi sudah rutin melaksanakan sosialisasi ke setiap kecamatan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman bagi peserta Pilkada karena mulai 25 September 2024 sampai 23 November 2024 sudah masuk masa kampanye. Melalui kegiatan sosialisasi dapat terbentuk kesepahaman tentang pelaksanaan kampanye yang tertib dan berintegritas,” jelas Choirunnisa.
Selain itu, Bawaslu harus mengawasi prosesnya serta peran serta masyarakat, termasuk masyarakat juga harus kita awasi, karena Pemilu dan Pilkada menyangkut urusan banyak orang yang akhirnya menghasilkan para pemimpin, makanya harus diawasi sama sama,” terang Choirunnisa.
Untuk diketahui, KPU Kota Bekasi kemarin telah resmi menetapkan nomor urut pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota di Pilkada 2024, hasil pengundian, Paslon Heri Koswara-Sholihin mendapat nomor urut 1. Sedangkan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni nomor urut 2 dan Tri Adhianto-Harris Bobihoe mendapat nomor urut 3,” papar Choirunnisa.
Disisi lain, kita utamakan pencegahan kemudian pengawasan, dalam mengawasi Pilkada dan mensosialisasikan Pemilu Damai. Makanya kita rangkul semua elemen masyarakat dan pemilih pemula, milenial dan generasi z yang mendominasi sebagai pemilih,” ungkapnya.
Choirunnisa berharap pesta demokrasi di Kota Bekasi dapat berjalan dengan kondusif, damai, tertib dan lancar. Pelaksanaan kampanye dapat berjalan lancar, sesuai dengan yang diharapkan.
“Disinilah peran bawaslu yang harus lebih ekstra karena biasanya pada masa tenang ini banyak aduan dari masyarakat. Untuk itu, Bawaslu mengajak masyarakat untuk menentukan pilihannya di hari pemungutan suara. Tetap ciptakan suasana yang kondusif walau berbeda pilihan. Pemilu yang berintegritas menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tandas Choirunnisa.
(****)