Jakarta, [ MNRTV News ] Dalam rangka memperkuat nilai – nilai kebangsaan di kalangan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong pemerintah Indonesia melakukan pembinaan secara intensif dan bekerjasama dengan Universitas Pamulang (UNPAM).
Pemerintah bersinergi dengan berbagai lembaga terkait dengan rumusan strategi baru guna memastikan agar nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga di tengah kehidupan internasional yang dinamis dan dapat mengikis rasa nasionalisme WNI dan PMI.

Pendidikan, Pembinaan dan Pelatihan
Salah satu upaya pemerintah adalah penyediaan program pendidikan dan pelatihan. Program ini memiliki tujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman pekerja migran mengenai hak-hak pekerja, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Menurut Prof. Dr. RR Dewi Anggraeni, S.H., M.H., “Kami melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi berupa informasi mengenai undang-undang serta peraturan setempat di Hong Kong, karena hal ini menjadi bagian penting dari pelatihan dan pembinaan hari ini, pada Minggu (21/07/2024).
Penguatan Identitas Kebangsaan:
Masih menurut Prof. RR Dewi Anggraeni “edukasi yang kami lakukan ini sebagai pengabdian kami kepada masyarakat terkait upaya pemerintah dalam memperkuat identitas kebangsaan, oleh karenanya berbagai kegiatan budaya tradisional Indonesia akan digelar,” katanya.
Salah satu pertunjukan yang digelar adalah perayaan hari besar nasional dan festival budaya yang dikemas sedemikian rupa sebagai upaya untuk mengenalkan dan merayakan kekayaan budaya Indonesia di Hongkong.
Selain itu, seminar dan workshop mengenai sejarah serta kontribusi Indonesia juga akan digelar.
Lebih jauh Prof. Dr., RR Dewi Anggraeni menjelaskan, kegiatan ini merupakan Memorandum Of Understanding (MOU) antara Indonesia International Education Limited Hongkong dengan Universitas Pamulang (UNPAM) dalam Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pembinaan dalam program pengabdian kepada masyarakat WNI dan PMI di Hongkong.
“Tentunya, kami (UNPAM) sebagai Civitas Akademika siap menjadi garda terdepan dan mitra pemerintah Indonesia dalam hal ikut menjaga kedaulatan negara dan jiwa patriotisme WNI di negara asing,” tegas Prof. Dewi Anggraeni.
Pendampingan dan Dukungan:
Saat ini layanan konseling dan dukungan lebih mudah diakses oleh buruh migran.
Pusat informasi dan bantuan telah pun didirikan pemerintah untuk memberikan dukungan hukum dan sosial kepada WNI di Hongkong.
Kemudahan ini bertujuan untuk membantu mereka dalam menghadapi berbagai tantangan yang bisa saja timbul selama masa kerja di luar negeri.
Kolaborasi dengan Organisasi Lokal:
Tak hanya itu, kini Pemerintah Indonesia juga aktif bekerja sama dengan organisasi buruh migran dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Hongkong.
Tentu kolaborasi ini memiliki tujuan untuk memperjuangkan hak-hak buruh migran dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pemerintah juga melakukan upaya untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah Hongkong hal ini guna memastikan perlindungan hak-hak buruh migran di luar negeri (Hongkong).
Peningkatan Komunikasi:
Pemerintah juga sudah memperluas jangkauan informasi, media sosial dan platform komunikasi lain digunakan untuk menyebarluaskan informasi penting kepada komunitas Indonesia di luar negeri.
Hal ini juga berfungsi untuk memperkuat jaringan sosial antara buruh migran dengan komunitas lokal.
Harapannya dengan berbagai langkah ini, WNI dan pekerja migran di Hongkong dapat lebih memahami dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dan jiwa patriotisme sekaligus menghadapi tantangan kehidupan di luar negeri dengan lebih baik.
*Nuriman FPWI*