MNRTV NEWS, Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyuarakan kritik keras terhadap pola penempatan jabatan strategis di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).
Ia menyoroti praktik yang menurutnya menyerupai dinasti jabatan, yang bisa menghambat regenerasi kepemimpinan dan menutup peluang bagi para jenderal berprestasi lainnya.
“Kalau mau Polri lebih baik, Kapolri harus hapuskan dinasti jabatan Kapolda. Karena masih banyak jenderal lain yang berprestasi dan layak diberi kesempatan,” ujar Agus Flores kepada media Detik Satu, dilansir pada Senin (15/7/2025).
Agus menekankan pentingnya reformasi internal di tubuh Polri, terutama dalam hal penempatan jabatan yang harus berlandaskan prinsip meritokrasi, transparansi, serta rekam jejak kinerja yang jelas — bukan semata karena kedekatan pribadi atau kelompok tertentu.
“Kami mendukung penuh reformasi internal Polri. Tapi harus dimulai dari pembenahan sistem internal, salah satunya dengan membuka akses jabatan secara adil dan objektif kepada seluruh perwira tinggi yang layak,” tambahnya.
Sebagai pimpinan organisasi wartawan nasional yang juga berperan sebagai mitra sosial dalam mengawasi institusi penegak hukum, Agus Flores berharap Polri tidak alergi terhadap kritik konstruktif.
Ia menekankan bahwa pembenahan institusi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya slogan semata.













































