Bekasi, [ MNRTV News ] Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar oleh Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Keluarga Besar Maluku-Maluku Utara se-Jabodetabek.
Acara yang berlangsung di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, ini juga dihadiri oleh 1.000 anak yatim dan kaum dhuafa.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Tile.
Dalam sambutannya, Wawali Harris Bobihoe mengapresiasi FPMM atas kontribusinya dalam pembinaan anggota serta upayanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.
“FPMM telah berkontribusi dalam membina anggotanya serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Organisasi ini juga mampu bersinergi dengan pemerintah hingga saat ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan bagi kita semua dan Kota Bekasi tercinta,” ujar Harris Bobihoe.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemimpin daerah dan tokoh masyarakat sangat penting untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan di Kota Bekasi.
“Menjadi tugas kita bersama untuk merajut keharmonisan dan terus menggaungkan nilai-nilai toleransi agar Kota Bekasi tetap damai,” tambahnya.
Menurutnya, menjaga keharmonisan di Kota Bekasi memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memahami keberagaman budaya, sosial, dan adat istiadat sebagai langkah preventif dalam mencegah konflik sosial.
“Kota Bekasi adalah miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan ras. Meski begitu, masyarakatnya tetap menjaga persatuan dan kerukunan. Bahkan, saat ini Kota Bekasi berada di peringkat kedua dalam indeks harmonisasi,” ungkapnya.
Harris Bobihoe mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keberagaman sebagai aset bangsa. Ia berharap masyarakat Bekasi tetap hidup dalam kebersamaan, saling melindungi, dan menjaga perdamaian.