Bali, [ MNRTV News ] Pemerintah Provinsi Bali bersama Enesis Group melalui brand Soffell menggelar program edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bertajuk “Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD.”
Program ini menargetkan 35 desa dan kelurahan di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar, dengan fokus pada penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus serta Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Peluncuran program berlangsung di Pendopo Grand Inna pada Kamis, 20 Maret 2025, dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekretaris 1 TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, serta perwakilan Enesis Group dan jajaran dinas kesehatan.
Wakil Gubernur Bali mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menekan angka kasus DBD di Bali. “Kami berikhtiar agar kasus kematian akibat DBD di Bali bisa mencapai 0%. Dengan gerakan ini, kami optimistis kasus DBD dapat diminimalkan,” ujarnya, dikutip MNRTV News, (21/3).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2024 terdapat 257.271 kasus DBD di Indonesia dengan 1.461 kematian. Bali mencatat 15.617 kasus, menjadikannya salah satu provinsi dengan angka DBD tertinggi.
Head of Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, menegaskan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran nyamuk. “Kami berharap edukasi ini menjadi investasi jangka panjang agar kesadaran akan pencegahan DBD menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes, menambahkan bahwa 3M Plus tetap menjadi strategi utama dalam pencegahan DBD. “Kami juga mengusulkan program vaksinasi DBD secara nasional, namun saat ini yang terpenting adalah penerapan 3M Plus dan penggunaan lotion anti nyamuk sebelum tidur,” katanya.
Program edukasi ini akan berlangsung mulai 2 April hingga 7 Juni 2025, menyasar daerah dengan tingkat kasus DBD tinggi. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan Bali dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD.