Jember, [ MNRTV News ] Bulan Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Muslim, termasuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember. Pada Selasa (18/3/2025), mereka mengisi hari-hari di balik jeruji dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an dan kajian hadis.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan meningkatkan ketakwaan serta memperbaiki diri.
Setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid At-Ikhlas Lapas Jember. Sekitar 200 warga binaan mengikuti tadarus dengan khusyuk, mendalami makna setiap ayat yang dibaca. Selain itu, mereka juga mengikuti kajian hadis yang dibimbing oleh para ustaz dari Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS).
Kepala Lapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadhan, pihaknya menambah jadwal pembinaan keagamaan agar warga binaan dapat menjalani hari-hari dengan kegiatan positif sekaligus menambah ilmu agama.
“Selama Ramadhan, kami mengintensifkan pembelajaran Al-Qur’an dan hadis. Tujuannya agar warga binaan bisa memanfaatkan waktu dengan baik serta memperdalam ilmu agama mereka,” ujar Kristyo.
Kristyo menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 62 santri yang mengikuti program pesantren di dalam lapas. Namun, selain para santri, warga binaan lainnya juga diberikan kesempatan untuk belajar agama. Evaluasi rutin dilakukan guna memastikan efektivitas program pembinaan ini.
Kegiatan keagamaan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perilaku dan kedisiplinan warga binaan.
“Kami mendapatkan pembinaan yang sangat baik di sini. Saya merasa kualitas keimanan saya semakin meningkat selama mengikuti program ini,” ungkap Dito, salah satu santri di Lapas Jember.
Selain tadarus dan kajian hadis, Lapas Jember juga mengadakan berbagai program keagamaan lainnya selama Ramadhan, seperti shalat tarawih berjamaah, ceramah agama, dan pembagian takjil.
Pembinaan kepribadian berbasis keagamaan ini tidak hanya berlangsung selama bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi bagian dari program rutin Lapas Jember. Hal ini menunjukkan komitmen lapas dalam membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami berharap kegiatan Ramadhan ini menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri setelah menjalani masa pidana. Lebih dari itu, kami ingin mereka kelak menjadi kader dakwah yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Kristyo.