Bekasi, [ MNRTV News ] Peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Barkah Kota Bekasi menjadi momen refleksi bagi masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe beserta istri, para ulama, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Adhianto menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi inspirasi dalam membangun Kota Bekasi, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.
“Peristiwa Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa wahyu pertama yang turun adalah perintah ‘Iqra!’. Ini bukan sekadar ajakan membaca teks, tetapi juga membaca kehidupan, memahami tantangan, dan mencari solusi bersama,” ujarnya, (17/3).
Ia menekankan bahwa pembangunan Kota Bekasi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Kota Bekasi saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pembangunan. Saya dan Pak Harris Bobihoe tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk ulama, akademisi, dan seluruh warga untuk bersama-sama mencari solusi terbaik,” kata Tri Adhianto.
Ia juga menyinggung wahyu kedua yang diterima Rasulullah SAW, yang mengandung pesan penting tentang kepedulian sosial dan keberanian menghadapi perubahan. Semangat tersebut, menurutnya, harus menjadi landasan dalam membangun Kota Bekasi agar tetap maju, religius, dan berbudaya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan untuk mempererat hubungan dengan Allah dan memperkuat solidaritas sosial.
“Shalat Tarawih bukan hanya ibadah, tetapi juga waktu terbaik untuk beristirahat dari kesibukan dunia, menenangkan hati, dan menyucikan pikiran,” tambahnya.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an ini juga diisi dengan tausiyah oleh KH. Syaifuddin Siroj.
Dengan semangat Nuzulul Qur’an, Wali Kota Bekasi berharap kebersamaan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam membangun kota yang nyaman dan sejahtera.