Jakarta, [ MNRTV News ] Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, mengapresiasi kolaborasi dengan Mahir Digital dalam meningkatkan literasi digital selama bulan Ramadan. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Irene saat menghadiri acara Kuliah Ramadan Mahir Digital (KURMA) di Swiss-Belinn, Cawang, Jakarta, pada Minggu (16/3).
Acara ini menjadi wadah silaturahmi serta diskusi inspiratif bagi para profesional dan pelaku industri digital marketing, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang digitalisasi dalam ekonomi kreatif.
Kolaborasi Strategis untuk Ekonomi Digital
Dalam sambutannya, Irene menekankan pentingnya momentum Ramadan tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk berbagi ilmu kepada masyarakat luas.
“Bulan Ramadan merupakan momen yang sangat spesial untuk berbagi ilmu dan pengetahuan, sejalan dengan visi Mahir Digital dalam memberikan edukasi bagi masyarakat,” ujar Irene.
Ia juga mengapresiasi Mahir Digital atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan acara ini serta berterima kasih kepada 270 peserta yang hadir. Irene menegaskan bahwa kerja sama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Mahir Digital merupakan langkah strategis untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kolaborasi ini adalah bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utamanya,” tambahnya.
Dukungan bagi Perempuan di Era Digital
Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis digital melalui berbagai program, salah satunya Emak-Emak Matic. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital melalui pelatihan, pendampingan bisnis, dan mentoring. Irene menyebutkan bahwa kolaborasi antara Mahir Digital dan Emak-Emak Matic dapat memperluas dampak program ini dan menciptakan lebih banyak peluang bagi perempuan Indonesia untuk sukses di era digital.
“Dengan dukungan komunitas Mahir Digital, kita dapat memperluas jangkauan program ini dan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dalam ekonomi digital,” ungkapnya.
Optimisme Mahir Digital
Founder Mahir Digital, Fahmi Auditya, menyambut baik dukungan dari Wamenekraf Irene. Ia menilai kehadiran pemerintah dalam acara ini memberikan semangat baru bagi pengembangan ekosistem digital di Indonesia.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara Mahir Digital dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi digital,” ujar Fahmi.
Dengan sinergi ini, Mahir Digital optimistis bahwa penguatan literasi digital akan semakin efektif dan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
(DdG/Yd)