Bekasi, [ MNRTV News ] Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk lebih fokus dalam menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya ke RSUD Tipe D Pondokgede, pada Kamis (13/3/2025).
“Kami menemukan adanya peningkatan kasus DBD di Pondokgede. Dari hasil pemantauan, mayoritas pasien yang dirawat di RSUD Pondokgede adalah balita dan anak-anak. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan dan puskesmas harus bertindak cepat dengan langkah antisipatif,” tegas Abdul Harris Bobihoe.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Dinas Kesehatan, Kecamatan, Puskesmas, TNI, Polri, pengurus RW dan RT, kader PKK, Dasawisma, kader Jumantik, serta tokoh masyarakat untuk menekan angka kasus demam berdarah di Kota Bekasi.
Instruksi Tegas untuk Dinas Kesehatan dan Aparatur Wilayah
Sebagai langkah antisipasi, Wawali menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memperkuat koordinasi dan melakukan monitoring serta evaluasi di tujuh tatanan, yakni:
• Pemukiman
• Tempat kerja
• Tempat pengelolaan makanan
• Sarana kesehatan
• Institusi pendidikan
• Tempat umum
• Sarana olahraga dan rekreasi
Ia juga mengarahkan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk mengintensifkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah-rumah kosong serta menginstruksikan RT dan RW untuk berkoordinasi dengan kader Jumantik dalam pemantauan lingkungan sekitar.
“Semua lingkungan harus dipastikan bebas jentik. Kuncinya adalah PHBS yang diterapkan secara disiplin. Saya harap dengan langkah-langkah ini, angka kasus DBD bisa ditekan,” tegasnya.
Setelah kunjungannya ke RSUD Pondokgede, Wawali melanjutkan peninjauan ke RSUD Tipe D Jatisampurna untuk mengevaluasi kondisi rumah sakit dan memastikan kesiapan dalam menangani kasus DBD.