Jakarta, [ MNRTV News ] Pantai Indah Kapuk (PIK) kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi unggulan bisnis, rekreasi, dan budaya dalam acara Kilau Ramadan 1001 Malam Batavia yang berlangsung sepanjang Maret 2025.
Acara ini menampilkan rangkaian hiburan kreatif dan kuliner yang mengusung semangat toleransi serta keberagaman budaya Indonesia.
Dalam acara tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa PIK merupakan lokasi istimewa yang terbuka bagi semua kalangan.
“Iya, PIK adalah tempat yang sangat istimewa. Tempat ini tidak hanya didatangi oleh masyarakat Tionghoa saja, namun siapapun bisa menikmati pengalaman dalam acara Kilau Ramadan tahun ini,” ujarnya.
Irene juga menambahkan bahwa momen Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama melalui dukungan terhadap ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, musik, seni pertunjukan, hingga fashion show.
Acara ini juga menampilkan berbagai inovasi, seperti pemutaran trailer film animasi Jumbo yang akan tayang di bioskop saat libur Lebaran dan kehadiran inisiatif Desa Timun yang mengangkat budaya lokal seperti wayang.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati atraksi tarian khas nusantara Ayodya Pala, live cooking show dari ‘Kungfu’ Chef Muto, penampilan Rampak Bedug, serta pertunjukan live music yang semakin memeriahkan suasana.
Natalia Kusumo, CEO Agung Sedayu Group, yang turut berkolaborasi dalam penyelenggaraan acara ini, menyatakan bahwa desain Batavia PIK telah dirancang untuk mengintegrasikan unsur bisnis, rekreasi, dan budaya secara harmonis.
“Kami sangat antusias dapat berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf/Badan Ekraf dalam acara ini. Kami mengundang pemerintah, investor, organisasi budaya, dan komunitas kreatif untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mendukung status Jakarta sebagai kota global,” ujar Natalia.
Acara pembukaan Kilau Ramadan 1001 Malam Batavia juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, serta duta besar dari Singapura, Tanzania, Belarus, Armenia, dan Sudan.
Kehadiran para tamu undangan tersebut semakin menegaskan komitmen pemerintah dan pihak swasta dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kreativitas sebagai landasan kemajuan ekonomi dan budaya.
Melalui penyelenggaraan acara ini, pemerintah berupaya mengukuhkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang mampu menggerakkan inovasi dan menciptakan kemajuan di sektor ekonomi kreatif.
Kilau Ramadan 1001 Malam Batavia pun diharapkan menjadi wadah yang menyatukan masyarakat dalam harmoni, serta memperlihatkan wajah baru Indonesia yang kaya akan kreativitas dan budaya.(DdG/Yd)