Jakarta, [ MNRTV News ] PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa seluruh produk Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk Pertamax (RON 92), telah memenuhi standar spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memastikan bahwa uji kualitas BBM dilakukan secara berkala bekerja sama dengan Lemigas Kementerian ESDM.
Hasilnya menunjukkan bahwa produk BBM Pertamina telah sesuai dengan standar yang berlaku.
“Kami rutin melakukan uji kualitas BBM bersama Lemigas. Ini adalah bagian dari pengawasan berkala terhadap badan usaha hilir, termasuk Pertamina, bukan hanya karena ada kejadian tertentu,” ujar Simon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/3). Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Kejaksaan Agung RI, Lemigas, Surveyor Indonesia, dan TUV Rheinland Indonesia.
Pengujian Independen: Pertamax Sesuai Standar
Pertamina telah melakukan uji laboratorium terhadap 75 sampel BBM, termasuk dari Terminal BBM Plumpang serta 33 SPBU di Jakarta, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. Pengujian ini juga melibatkan pihak independen, yakni PT Surveyor Indonesia dan PT TUV Rheinland Indonesia.
“Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas BBM Pertamina telah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang dipersyaratkan Ditjen Migas ESDM,” tegas Simon.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kualitas BBM yang tersedia di SPBU Pertamina.
“Pengujian ini akan terus dilakukan secara transparan di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat juga dapat ikut serta dalam pengawasan,” tambahnya.
Kasus Hukum Tak Terkait dengan Pertamax di Pasaran
Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung terkait kasus BBM terjadi pada periode 2018-2023 dan tidak berhubungan dengan produk Pertamax yang beredar saat ini.
“BBM adalah barang habis pakai. Dengan stok rata-rata hanya bertahan 21 hingga 23 hari, maka BBM yang beredar pada periode 2018-2023 sudah tidak ada lagi dalam stok tahun 2024. Dengan demikian, produk yang saat ini dipasarkan Pertamina tidak terkait dengan penyidikan yang sedang berlangsung,” jelas Burhanuddin.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat harus tetap tenang dan mendukung Pertamina dalam menjaga pasokan BBM, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H,” tambahnya.
Komitmen Pertamina untuk Energi Berkelanjutan
Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus mendukung target net zero emission 2060 dengan menjalankan berbagai program berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Komitmen ini juga diterapkan melalui prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.
(DdG/Yd)