Jakarta, [ MNRTV News ] Menyambut bulan suci Ramadan, grup musik Rangkai merilis album penuh bertajuk Pekik Hening di Lantang Angan. Album ini merupakan refleksi mendalam tentang renungan, introspeksi, dan perjalanan spiritual, serta menjadi bentuk penghormatan bagi mendiang Ade Firza Paloh, yang berperan sebagai produser sebelum wafat.
Judul Pekik Hening di Lantang Angan dipilih berdasarkan perenungan mendalam Ade Firza Paloh setelah menggali pemikiran dan perasaan tiga personel Rangkai sejak mereka berkarib pada Agustus 2022. Semasa hidupnya, ia mendeskripsikan Rangkai sebagai “kumparan yang tampak diam, tetapi memiliki rotasi tinggi.”
Dari permenungan itulah, lahir 11 lagu yang dirangkai menjadi satu kesatuan konseptual.
Melanjutkan Perjalanan Tanpa Produser
Meski kehilangan sosok yang mereka junjung, Rangkai tetap melanjutkan proyek ini bersama Setengah Lima Records. Album ini dirancang sebagai perjalanan introspektif yang dapat dirasakan oleh siapa saja yang merenungi makna kehidupan.
“Proses produksi album ini menguras banyak tenaga dan waktu, tetapi dari sini gue belajar bahwa rezeki bisa datang dari mana saja dan nggak selalu berupa uang. Bisa berkolaborasi dengan musisi yang sebelumnya hanya bisa kita tonton, itu sesuatu yang luar biasa,” ujar Mirza Elba Febrian, gitaris Rangkai.
Album ini memiliki nuansa kontemplatif dan memerlukan kesadaran spiritual dalam menikmatinya. Namun, bukan dalam bentuk nasihat atau syariat, melainkan sebagai refleksi kehidupan. Layaknya secangkir kopi pahit yang menemani biskuit manis bernama kesenangan hidup, atau justru sebaliknya.
Dirilis Saat Ramadan, Andalkan Lagu “Selam Hati Sulam Diri”
Album Pekik Hening di Lantang Angan akan resmi dirilis di seluruh platform digital pada Ramadan 2025. Salah satu lagu andalan dalam album ini adalah Selam Hati Sulam Diri, yang menghadirkan kolaborasi spesial dengan Endah Widiastuti, vokalis Endah N Rhesa.
“Ketika Rangkai mengajak saya untuk mengisi vokal di lagu Selam Hati Sulam Diri, saya langsung menyanggupi. Album ini sangat konseptual, dan proses rekaman pun menyenangkan karena saya diberi kebebasan untuk berimprovisasi. Lagu ini memiliki kesan mendalam bagi saya karena lirik dan warna musik Rangkai. (DdG/Yd)