Bekasi, [ MNRTV News ] Banjir besar kembali melanda Kota Bekasi akibat curah hujan tinggi dan limpahan air dari Bogor. Ribuan warga terdampak, terutama di sepanjang aliran Kali Bekasi, dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter di beberapa wilayah.
Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat melakukan evakuasi dan menyiapkan tempat pengungsian bagi korban banjir.
Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, dalam rapat koordinasi dengan 12 camat menyatakan bahwa langkah pertama yang diambil adalah fokus pada penyelamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
“Prioritas utama kami adalah evakuasi warga terdampak. Kami telah menyiapkan lokasi pengungsian dengan fasilitas yang memadai, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan,” ujar Tri Adhianto.
Tujuh Kecamatan Terendam, Jatiasih Terparah
Banjir kali ini merendam tujuh kecamatan di Kota Bekasi, yaitu Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Jatiasih, Pondok Gede, Bantargebang, dan Rawalumbu. Dari wilayah terdampak, Jatiasih menjadi daerah yang paling parah karena hampir seluruh kawasannya dilalui aliran Kali Bekasi.
BPBD Kota Bekasi mencatat sekitar 1.000 warga telah dievakuasi ke tenda pengungsian dan fasilitas sosial yang telah disiapkan. Para lansia, ibu hamil, balita, dan anak-anak menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi.
Selain curah hujan yang tinggi, faktor lain yang memperburuk banjir adalah air rob yang menyebabkan kenaikan permukaan air secara signifikan.
Tim Gabungan Dikerahkan, 50 Perahu Karet Disiagakan
Untuk mempercepat proses evakuasi, Pemkot Bekasi mengerahkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Sebanyak 50 perahu karet disiapkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di daerah terdampak.
Komandan Kodim 0507 Bekasi dan Kapolres Metro Bekasi juga memastikan kesiapan personel dan peralatan pendukung guna membantu proses evakuasi.
“Kami terus memantau situasi dan bekerja sama dengan BNPB untuk memastikan bantuan logistik dan peralatan tambahan tersedia sesuai kebutuhan,” kata Tri Adhianto.
Ancaman Hujan Lebat, Pemkot Siaga Penuh
Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi pada 11–20 Maret 2025. Oleh karena itu, Pemkot Bekasi meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak lebih besar.
Salah satu tantangan utama dalam penanganan banjir adalah kondisi tanggul yang belum sepenuhnya diperbaiki. Wali Kota Bekasi menegaskan perlunya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur guna mencegah bencana serupa di masa mendatang.
“Kami membutuhkan langkah komprehensif, bukan hanya penanganan darurat, tetapi juga perbaikan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya.
Deputi BNPB, Lukmansah, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Bekasi. Pihaknya siap menyalurkan bantuan tambahan, termasuk makanan siap saji dan perahu karet untuk mempercepat proses evakuasi.
“Kami mendukung penuh langkah Pemkot Bekasi dalam mengevakuasi warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Lukmansah.
Kesimpulan
Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menangani banjir dengan maksimal melalui evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, dan distribusi bantuan. Namun, tantangan jangka panjang seperti perbaikan tanggul dan sistem drainase tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan dari petugas guna menjaga keselamatan diri serta keluarga.