Jakarta, [ MNRTV News ] Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melepas 100 Duta Da’i dan 100 Duta Imam Tarawih dalam sebuah seremoni yang digelar di Graha Mental Spiritual, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) (BAZIS) DKI Jakarta, serta Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ), yang bertujuan memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas ibadah di masjid serta musala selama Ramadan.
Plt. Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan suasana Ramadan yang lebih khusyuk, aman, dan sejuk bagi masyarakat Jakarta.
“Kami berharap para Duta Da’i dan Duta Imam dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Kehadiran mereka di masjid dan musala bukan hanya untuk memimpin ibadah, tetapi juga membawa pesan perdamaian serta menguatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujar Hendra.
Menyiapkan Generasi Pemimpin Ibadah
Dengan mengusung tema “Syiar Ramadan di Jakarta: Wahana Menggali Hikmah dan Meraih Berkah dalam Menyongsong 5 Abad Kota Jakarta”, program ini juga bertujuan untuk membina generasi muda agar lebih aktif dalam syiar Islam.
Ketua LBIQ DKI Jakarta, Supli Ali, menyebutkan bahwa tahun ini adalah kali pertama Program Duta Da’i diadakan, sedangkan Program Duta Imam Tarawih telah berjalan sejak 2021 dan semakin mendapat respons positif dari masyarakat.
“Permintaan terhadap Duta Imam Tarawih terus meningkat dari tahun ke tahun. Banyak masjid dan musala di Jakarta yang menginginkan kehadiran mereka karena bacaan Al-Qur’an mereka yang merdu dan pemahaman agama yang mendalam, sehingga dapat menciptakan suasana tarawih yang lebih khusyuk,” ungkap Supli.
Dukungan Penuh untuk Pengembangan Program
Hendra berharap di tahun-tahun mendatang jumlah Duta Da’i dan Duta Imam Tarawih dapat terus bertambah, menyesuaikan dengan jumlah masjid dan musala di Jakarta.
Ia juga menekankan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada memimpin ibadah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat mensosialisasikan program-program pemerintah melalui materi dakwah.
Seremoni pelepasan ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Ahmad Abubakar, Plt. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda DKI Jakarta Aceng Zaeni, serta perwakilan dari MUI DKI Jakarta, Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) DKI Jakarta, dan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) Jakarta Islamic Centre.
Melalui program ini, Jakarta diharapkan semakin memperkuat tradisi dakwah yang menyejukkan, membangun kebersamaan, dan meningkatkan keberkahan bagi seluruh umat Muslim selama bulan suci Ramadan.
(DdG Yd)