Banjarmasin, [ MNRTV News ] Enam organisasi kemasyarakatan dan LSM di Kalimantan Selatan menginisiasi Forum Diskusi Publik Kalsel sebagai wadah untuk menyatukan visi dan misi dalam memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini digelar di HBI Banjarmasin, Kamis (27/07/2025), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta instansi pemerintah.
Forum ini diinisiasi oleh GEPAK Kalsel, DPD Pekat IBI Kalsel, DPW SWI Kalsel, LSM KAKI Kalsel, FKPWK, dan DPD ASKAINDO Kalsel. Menurut Asikin Noor, selaku panitia pelaksana, kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama bahwa LSM tidak hanya identik dengan aksi demonstrasi, tetapi juga bisa menjadi mitra strategis dalam dialog dan kebijakan pembangunan.
“Selama ini, masyarakat sering melihat LSM hanya dari sisi aksi demonstrasi. Padahal, ada banyak cara lain untuk menyampaikan aspirasi, salah satunya dengan diskusi publik seperti ini. Dengan forum ini, kami ingin mengubah paradigma tersebut,” ujar Asikin Noor.
Forum ini juga menjadi ajang perkenalan antar organisasi dan pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah daerah, pemerintah kota, serta kabupaten di Kalimantan Selatan.
Diskusi yang berlangsung membahas berbagai persoalan krusial di masyarakat, seperti keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), hukum, serta pendidikan.
Sugianoor SE, Ketua SWI Kalsel, mengungkapkan bahwa forum ini mendapat dukungan luas, terbukti dengan hadirnya perwakilan dari Polda Kalsel, Kejati Kalsel, mahasiswa dari empat fakultas di Kalimantan Selatan, serta 15 LSM/Ormas lainnya.
“Kami berharap forum ini dapat menjadi wadah diskusi yang berkelanjutan. Rencananya, kegiatan ini akan digelar setiap tiga bulan sekali dengan tema yang lebih spesifik, seperti Kamtibmas dan permasalahan sampah di Banjarmasin,” tutur Sugianoor.
Selain menjadi ruang diskusi, forum ini juga menandai langkah awal pembentukan Asosiasi Ormas se-Kalimantan Selatan, yang bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antar organisasi dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah.
Dengan pendekatan berbasis dialog dan kolaborasi, forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan bagi Kalimantan Selatan, serta membuka jalan bagi solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat.