Jakarta, [ MNRTV News ] Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Job Fair Wilayah Jakarta Timur Gelombang I di Tamini Square, Rabu (26/2). Acara ini diikuti oleh 37 perusahaan, menawarkan 1.900 lapangan kerja, dan menargetkan 2.500 pencari kerja dalam dua hari pelaksanaannya.
Dalam sambutannya, Wagub Rano menegaskan bahwa ke depan, bursa kerja akan digelar setiap bulan di lokasi yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Selama ini job fair hanya enam bulan sekali dan tempatnya jauh, seperti di SMESCO. Saya ingin ubah itu. Ke depan, kita adakan job fair lebih dekat dengan warga, terutama di kecamatan-kecamatan yang menjadi pusat industri,” ujar Rano.
Lapangan Kerja Hingga 500.000 Pekerja
Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen untuk menciptakan 500.000 lapangan kerja dalam berbagai sektor. Beberapa inisiatif yang sedang disiapkan antara lain:
✅ Penambahan tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU)
✅ Rekrutmen 11.000 petugas pemadam kebakaran
✅ Pasukan Putih, tenaga medis keliling yang membantu lansia
Selain itu, Pemprov DKI melalui Balai Latihan Kerja (BLK) akan memberikan pelatihan keterampilan dan bahasa bagi pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri.
“Kalau ada kendala skill, Pemprov DKI punya BLK yang bisa melatih berbagai keahlian, termasuk bahasa untuk yang ingin kerja di luar negeri,” tambah Rano.
Strategi Baru: Job Fair dengan Sistem Klaster
Untuk meningkatkan efektivitas penyerapan tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (TKTE) DKI Jakarta menerapkan sistem klaster dalam penyelenggaraan job fair.
🔹 Setiap bulan akan ada 2-3 kali job fair di lima wilayah kota administrasi
🔹 44 kecamatan akan dikelompokkan dalam beberapa klaster agar lebih banyak pencari kerja dapat mengakses peluang di satu lokasi strategis
Sebagai contoh, tiga kecamatan di Jakarta Timur seperti Jatinegara, Matraman, dan Pulo Gadung akan digabung dalam satu klaster job fair. Sementara itu, klaster lainnya seperti Cakung, Pondok Kelapa, dan Duren Sawit juga akan diadakan secara bergantian.
“Kami ingin langkah konkret, bukan sekadar wacana. Job fair ini akan jadi agenda rutin untuk memastikan lebih banyak warga Jakarta mendapatkan pekerjaan,” tegas Kepala Dinas TKTE DKI Jakarta, Hari Nugroho.
Langkah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno, yang fokus pada peningkatan kesejahteraan warga Jakarta melalui solusi konkret di bidang ketenagakerjaan.
Dengan kebijakan baru ini, diharapkan semakin banyak warga Jakarta yang bisa mengakses peluang kerja dengan lebih mudah dan cepat.