“Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Bank Emas pertama di Indonesia yang diinisiasi oleh PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Gade Tower, Jakarta. Acara ini menandai era baru investasi emas berbasis syariah, yang menghadirkan layanan digital dan inklusif bagi masyarakat. Turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam peresmian bersejarah ini.”
Jakarta, [ MNRTV News ] Indonesia resmi memasuki era baru dalam ekosistem keuangan syariah dengan peresmian Bank Emas pertama oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Layanan inovatif dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) ini menjadi tonggak sejarah bagi industri perbankan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia.
Dalam acara peresmian yang digelar di Gade Tower, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan bank emas ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa.
“Ternyata kekayaan kita besar, potensi kita luar biasa. Karena itu, pengelolaannya harus lebih cerdas, teliti, hati-hati, dan transparan. Indonesia memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia, dan hari ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita memiliki bank emas sendiri. Ini adalah lompatan besar bagi perekonomian kita,” ujar Prabowo, Rabu (26/2).
Menurutnya, produksi emas Indonesia telah meningkat dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun, sehingga kehadiran bank emas akan memperkuat ekosistem emas nasional. Dengan layanan ini, emas yang diproduksi dan disimpan di dalam negeri dapat dikelola lebih baik untuk kepentingan ekonomi nasional.
Mendorong Kemandirian Keuangan dan Investasi
Menteri BUMN Erick Thohir, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut kehadiran bank emas sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem perdagangan dan penyimpanan emas nasional.
“Potensi emas kita luar biasa, mencapai 2.600 ton, tapi simpanan emas batangan kita baru sekitar 201 ton. Artinya, masih banyak ruang untuk meningkatkan cadangan emas kita,” kata Erick.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih menyimpan emas secara mandiri, dengan estimasi total emas beredar di masyarakat mencapai 1.800 ton. Dengan hadirnya bank emas, pemerintah berharap lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan sistem keuangan formal untuk investasi emas dengan aman dan terpercaya.
“Kita ingin masyarakat yakin bahwa ini adalah sistem yang aman. Dengan layanan bank emas, mereka bisa lebih mudah berinvestasi dan berkontribusi dalam perdagangan emas nasional,” tambahnya.
BSI Pelopor Bank Emas, Hadirkan Beragam Layanan
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa perseroan telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan dua layanan utama, yaitu penitipan emas dan perdagangan emas. Ke depan, BSI akan mengembangkan layanan pembiayaan dan penyimpanan emas untuk semakin melengkapi ekosistem emas yang sudah ada.
“BSI ingin memberikan solusi investasi syariah yang inklusif dan mudah diakses. Kami menyediakan investasi emas mulai dari 0,05 gram dengan harga kurang dari Rp100.000, yang dapat diakses kapan saja melalui aplikasi digital BYOND by BSI,” ungkap Hery.
Selain itu, BSI memperkenalkan tiga produk unggulan dalam layanan bank emasnya, yaitu:
• BSI Emas Digital – layanan investasi emas berbasis digital yang mudah diakses.
• BSI Gold – layanan pembelian dan penyimpanan emas dengan standar kualitas 99,99% serta sertifikasi MUI dan SNI.
• BSI ATM Emas – layanan pertama di Indonesia yang memungkinkan nasabah membeli dan mencetak emas secara langsung melalui ATM.
Dengan total emas kelolaan mencapai 17,5 ton dan omzet bisnis emas BSI sebesar Rp28,7 triliun, Hery optimistis bahwa bank emas akan menjadi game changer dalam industri keuangan syariah.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan one-stop solution bagi layanan perbankan syariah dan menciptakan dampak besar bagi perekonomian nasional. Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan transaksi emas bisa mencapai 250 ton,” tutupnya.
Dengan kehadiran bank emas pertama ini, Indonesia semakin menunjukkan kesiapannya dalam mengelola kekayaan alamnya secara mandiri dan berkelanjutan. Masyarakat kini memiliki akses lebih luas untuk berinvestasi emas dengan aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah.