“Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat 2025-2030, dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.”
Bandung, [ MNRTV News ] Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengklarifikasi kebijakan larangan study tour yang sempat menuai reaksi dari masyarakat.
Dalam percakapan dengan Humas SMAN 6 Depok melalui sambungan telepon seluler, yang kemudian diunggah ke akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, pada Selasa (25/2), Dedi menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan tersebut yang memicu polemik.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat demi melindungi keselamatan siswa, terutama setelah insiden kecelakaan tragis yang menimpa rombongan SMK di Depok saat study tour ke Ciater, Subang, yang menyebabkan 11 korban jiwa.
“Apa nggak trauma? Ke Jawa Timur naik bus lagi, ampun,” ujar Dedi dalam unggahan tersebut.
Humas SMAN 6 Depok menjelaskan bahwa pihaknya menginterpretasikan surat edaran pemerintah sebagai imbauan, bukan larangan mutlak.
Namun, Dedi menegaskan bahwa imbauan tersebut harus dipahami sebagai peringatan serius, bukan sekadar saran.
“Kalau ada imbauan cuaca buruk untuk tetap di rumah, lalu ada yang tetap keluar dan terkena musibah, itu bukan sekadar imbauan, melainkan peringatan serius,” tegasnya.
Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan untuk membatasi kegiatan edukatif siswa, melainkan mendorong alternatif yang lebih aman, seperti memanfaatkan institusi pendidikan terdekat, termasuk Universitas Indonesia (UI) di Depok, sebagai destinasi kunjungan akademik.
(Red)