Kolase foto giat jemput bola layanan adminduk di Kantor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jakarta, Selasa (25/2/2024). [Foto:Dukcapil/Idham]
Jakarta, [ MNRTV News ] Ditjen Dukcapil Kemendagri terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan administrasi kependudukan berbasis digital. Selama dua hari, 24–25 Februari 2025, Dukcapil sukses melayani 463 dokumen kependudukan di Kantor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Jakarta. Selasa (25/2/2025).
Pelayanan ini merupakan bagian dari dukungan Dukcapil terhadap peringatan 23 tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) serta Pencegahan Pendanaan Senjata Pemusnah Massal (PPSTM).
Antusiasme masyarakat yang tinggi terlihat dari jumlah layanan yang terus meningkat, terutama untuk pencetakan ulang KTP-el dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dua Hari, 463 Dokumen Kependudukan Terselesaikan
Pada hari pertama, sebanyak 203 layanan diselesaikan, terdiri dari:
• 2 perekaman biometrik KTP-el
• 22 pergantian foto KTP-el
• 99 pencetakan ulang KTP-el
• 80 aktivasi IKD
Hari kedua mencatat peningkatan signifikan dengan 260 layanan yang mencakup:
• 45 pergantian foto KTP-el (termasuk perempuan berhijab)
• 124 pencetakan ulang KTP-el
• 91 aktivasi IKD
Meskipun tidak ada perekaman KTP-el di hari kedua, layanan lainnya meningkat, mencerminkan minat besar masyarakat terhadap digitalisasi dokumen kependudukan.
IKD Jadi Tren Baru di Era Digital
Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dafdukcapil), Akhmad Sudirman Tavipiyono, menegaskan bahwa sinergi antara Dukcapil dan instansi terkait sangat penting untuk memastikan data kependudukan selalu terbarukan.
“Dukcapil berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang cepat, mudah, dan berbasis digital, sesuai dengan visi transformasi digital dalam administrasi kependudukan,” ujar Tavip.
Salah satu layanan yang mendapat perhatian khusus adalah aktivasi IKD. Identitas digital ini memungkinkan masyarakat mengakses data kependudukan mereka langsung melalui ponsel pintar, sehingga lebih praktis dan aman digunakan dalam berbagai layanan publik maupun sektor swasta.
Dirjen Dukcapil: Digitalisasi Layanan Publik Harus Dipercepat
Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, mengapresiasi tingginya minat masyarakat dalam layanan ini.
“Melihat antusiasme masyarakat dalam mencetak ulang KTP-el dan mengaktifkan IKD, kami semakin yakin bahwa digitalisasi layanan publik harus terus dipercepat. Dengan IKD, akses ke berbagai layanan akan menjadi lebih mudah dan aman,” kata Teguh.
Selain itu, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga data kependudukan tetap akurat. Dukcapil juga berencana memperluas layanan digital ini ke berbagai daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Dukcapil akan terus meningkatkan layanan di seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di pelosok pun bisa mendapatkan kemudahan yang sama,” tambahnya.
Dengan pencapaian 463 layanan dalam dua hari, Ditjen Dukcapil optimistis bahwa transformasi digital dalam administrasi kependudukan akan semakin berkembang. Ke depan, digitalisasi melalui IKD diharapkan menjadi standar baru dalam layanan kependudukan, menjadikan akses dokumen lebih cepat, aman, dan efisien.
(Sumber: Dukcapil)