Bekasi, [ MNRTV News ] Tri Adhianto resmi terpilih sebagai Wali Kota Bekasi untuk periode 2025-2030 setelah memenangkan Pilkada 2024 dengan perolehan suara 459.430 suara berdasarkan rekapitulasi KPU kota bekasi.
Mengalahkan pasangan Heri Koswara-Sholihin dengan perolehan suara 452.351 suara, dan pasangan Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni dengan 64.509 suara.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan kiprahnya dalam dunia pemerintahan yang telah ia jalani selama puluhan tahun.
Pada Februari 2025, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP), awalnya tidak mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Hal ini sesuai dengan instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta para kepala daerah dari PDIP untuk tidak menghadiri acara tersebut.
Namun, kemudian Tri Adhianto memutuskan untuk mengikuti retret tersebut. Selama kepergiannya, ia menitipkan sejumlah pesan kepada Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang sementara menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi.
Keputusan Megawati untuk melarang kadernya menghadiri retret tersebut diduga terkait dengan penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyatakan bahwa langkah Megawati ini mungkin merupakan bentuk kekecewaan atas penahanan tersebut.
Meskipun demikian, beberapa kepala daerah dari PDIP akhirnya tetap mengikuti retret di Magelang, termasuk Tri Adhianto. Hal ini menunjukkan adanya dinamika internal dalam partai terkait instruksi tersebut.
Dari Birokrat ke Pemimpin Kota
Tri Adhianto Tjahyono lahir di Jakarta pada 3 Januari 1970. Sejak kecil, ia telah menunjukkan ketekunan dalam pendidikan, menempuh sekolah dasar hingga menengah di Jakarta, sebelum akhirnya melanjutkan ke Universitas Lampung dan Universitas Pasundan untuk menyelesaikan studi hingga jenjang doktoral.
Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai staf di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di PT Kereta Api Indonesia pada 1993. Tak lama kemudian pada 1994 – 2000 ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Bandar Lampung sebelum akhirnya hijrah ke Bekasi.
Seiring waktu, ia menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, hingga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Perjalanan Politik dan Kepemimpinan
Tahun 2018 menjadi titik balik dalam karier Tri Adhianto ketika ia memutuskan terjun ke dunia politik. Berpasangan dengan Rahmat Effendi, ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Bekasi dengan kemenangan mutlak.
Namun, perjalanan politiknya menghadapi tantangan besar ketika Rahmat Effendi tersandung kasus hukum pada awal 2022. Tri kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi dan akhirnya resmi dilantik sebagai Wali Kota pada Agustus 2023.
Dalam kepemimpinannya, Tri dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Ia aktif berinteraksi melalui media sosial dan menggencarkan berbagai program pembangunan, termasuk Gerakan Kota Bekasi Berkarya yang bertujuan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi generasi muda.
Menatap Masa Depan Bekasi
Pada Pilkada 2024, Tri kembali maju sebagai calon Wali Kota Bekasi bersama Abdul Harris Bobihoe. Didukung oleh puluhan partai politik, pasangan ini sukses memenangkan pemilihan dengan perolehan 459.430 suara berdasarkan rekapitulasi KPU kota bekasi, mengungguli dua pasangan lainnya.
Kini, dengan mandat baru dari masyarakat, Tri Adhianto berkomitmen untuk terus membawa Kota Bekasi menuju arah yang lebih maju. Program-program strategisnya mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan warga, serta penguatan ekonomi lokal.
Dengan pengalaman panjangnya di pemerintahan dan politik, publik menantikan gebrakan Tri Adhianto dalam lima tahun ke depan. Mampukah ia menjawab harapan warga Bekasi? Waktu yang akan membuktikan. ***
(Dikutip dari berbagai Sumber)